BANGKALAN—Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar menghadiri acara silaturahim dengan para alim ulama dan Bupati Bangkalan pada Selasa (15/06/2021). Acara silaturahim juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.
Acara silaturahim digelar untuk membahas penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, yang terus meningkat dan mengkhawatirkan. Per 16 Juni 2021, kasus baru harian mencapai 86 kasus dari total keseluruhan 2.470 kasus dengan angka kematian 239 kasus. Bahkan Kabupaten Bangkalan menjadi zona merah satu-satunya di Provinsi Jawa Timur.
Di hadapan para alim ulama dan pejabat pemerintah Kabupaten Bangkalan, KH Miftachul Akhyar mengajak segenap elemen masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan, misalnya dengan disiplin memakai masker, membawa sajadah sendiri saat shalat jamaah dan wudhu di rumah masing-masing sebelum datang ke masjid atau mushala.
“Silakan ini dipraktikkan dan ini bukan hanya peraturan negara, melainkan agama juga memerintahkan seperti ini. Kalau kita praktik bersama, seragam, semua guyup, saya yakin dalam hitungan bulan Covid-19 akan mereda,” pinta KH Miftachul Akhyar.
Kiai Miftach menambahkan bahwa kehadiran varian baru Covid-19 bernama Delta dari India membuktikan bahwa pandemi semakin mengganas. Dalam hitungan jam saja, orang yang sudah dinyatakan Covid-19 berpotensi meninggal dengan cepat.
“Bahkan wabah Covid-19 ini lebih besar dari gempa bumi. Apalagi ada varian baru di India, yang satu hari durasinya, seseorang dinyatakan kena pada pagi harinya, sore atau malam selesai,” ujar Kiai Miftach.
Mantan Pj Rais Aam PBNU 2018 – 2020 ini juga mengingatkan bahwa Covid-19 telah merenggut banyak ulama dan kiai lintas generasi, mulai kiai muda sampai kiai sepuh, banyak yang wafat.
Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Kedung Tarukan Tambak Sari Surabaya ini, juga menegaskan bahwa kehadirannya ke Kabupaten Bangkalan karena kepeduliannya terhadap Bangkalan, yang saat ini masuk zona merah atau daerah resiko tinggi penularan Covid-19.
Saat ditelpon untuk hadir ke Bangkalan, Kiai Miftach mengaku langsung menyanggupi tanpa bertanya apapun. “Mengapa saya ditelpon langsung mengiyakan tanpa tanya dalam rangka apa, ada masalah apa, karena Bangkalan sudah viral kemana-mana dan mendunia, jadi sudah maklum,” ujar Kiai Miftach.
Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa silaturahim ini bertujuan menyamakan persepsi dari berbagai kalangan bahwa Covid-19 masih ada dan berbahaya.
“Kami melakukan silaturahim ini untuk membangun pengertian bersama bahwa Covid-19 itu dipandang dari sudut manapun harus dilihat sebagai hal yang mengancam manusia, yang mengancam kita semua,” tutur dia sembari menyampaikan terima kasih kepada tokoh ulama Bangkalan, Bupati dan jajaran, yang telah berkumpul bersama untuk membangun pengertian bersama bahwa Covid-19 harus dilawan. (*)












