MUI JATIM – Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Malang Hadi Suwono mengatakan mahasiswa adalah sumber inovasi. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber webinar Klinik Pendidikan seri ke-7 Senin (14/03/2022) dengan tema Implementasi Merdeka Belajar di Sekolah dan di Rumah.
“Kita harus memulai pola baru diperguruan tinggi. Yang selama ini fokus kepada dosen dan menejemen. Mari kita rubah untuk fokus pada mahasiswa,” ungkapnya.
Perguruan Tinggi (PT) saat ini tidak saja fokus untuk menumbuhkan penelitian dan inovasi para dosen dan tenaga kependidikan. Tetapi juga mahasiswa sangat perlu difasilitasi untuk melakukan penelitian. Karena sebenarnya mahasiswa merupakan sumber inovasi.
“Meningkatkan keterlibatan mahasiswa ini yang sering kita lupakan. Padahal mahasiswa itulah yang penting. Semua riset di dunia pasti melibatkan mahasiswa. Kalau yang profesor sudah tidak ada waktu lama di laboratorium,” terangnya.
Ketika melihat sebuah instansi pendidikan, maka yang terpenting adalah mahasiswa. Oleh sebab itu bagaimana membangun kurikulum yang menguatkan mahasiswa dalam tiga hal. Riset,inovasi, dan Entrepreneur.
Di dalam upaya menghasilkan generasi emas di masa yang akan datang. Semua pihak harus berkontribusi terhadap dunia pendidikan. Menurut Suwono, dunia pendidikan tidak hanya upaya bagaimana seorang siswa dapat mengetahui, mamahami, mengerti suatu pengetahuan. Lebih dari itu adalah mendidik siswa untuk dapat berprilaku yang baik. Oleh sebab itu pendidikan yang baik adalah yang membangun manusia seutuhnya,
“Ada banyak Pondok Pesantren yang memberikan contoh pendidikan yang baik. Termasuk di dalam pengembangan riset ataupun entrepreneur,” jelasnya.
Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi antar sekolah satu dan sekolah yang lain. Perguruan Tinggi yang satu dan yang lain. Atau juga bisa dilakukan antar Perguruan Tinggi dan sekolah. Kolaborasi semacam inilah yang membangun pendidikan bangsa Indonesia kearah yang lebih baik.












