Surabaya, MUIJatim.or.id
Era digitalisasi merupakan tantangan tersendiri bagi seorang pendakwah. Pendakwah harus mampu membaca perkembangan zaman. Karena hal itu berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Dr KH M Hasan Ubaidillah Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa dai harus bisa beradaptasi dan berinovasi sesuai dengan zaman.
“Dai hari ini harus bisa beradaptasi dan berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman untuk menjaga pertumbuhan MUI sebagai kultur,” katanya, Senin (04/07/2022).
Dalam kegiatan Workshop Pendidikan dan Kaderisasi Ulama Milenial se-Surabaya Raya yang digelar oleh Komisi Pendidikan MUI Jawa Timur itu, Kiai Hasan mengungkapkan bahwa untuk bisa tetap eksis meskipun dalam perkembangan zaman yang cepat adalah dengan adaptif dan inovatif.
“Agar tetap sustainable, yang perlu kita lakukan adalah adaptif dan inovatif. Selain itu, Sebagai kader MUI prinsipnya adalah khoirunnas anfauhum linnas, untuk menjadi pribadi tersebut kuncinya ada pada kreatif dan inovatif,” ungkapnya.
Maka dari itu, Kiai Hasan mengingatkan bahwa sasaran dakwah di era saat ini adalah milenial dan digital native yang memiliki karakter berbeda dari generasi-generasi sebelumnya.
“Milenial dan digital native jadi sasaran. Mereka memiliki multitasker, terkoneksi dan melek teknologi,” ujarnya.
Kiai Hasan juga menjelaskan bahwa ada beberapa keutamaan dalam berdakwah.
“Kenapa harus dakwah? Dakwah adalah jalan hidup Rasul dan sahabatnya. Jika mengaku umat Rasul maka berdakwahlah. Dakwah adalah karakter orang-orang yang beruntung, ciri umat yang terbaik, siapa yang berdakwah akan mendapatkan pertolongan Allah,” jelasnya.












