MUI Jatim – Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) Akh Muzakki mengingatkan dua fungsi organisasinya. Pertama adalah mitra stretagis pemerintah. Dan yang kedua adalah sebagai pelayan umat. Hal itu ia sampaikan saat memberi sambutan webinar klinik pendidikan ke-6 yang digelar Komisi Pendidikan dan Kebudayaan MUI Jatim Senin (07/03/2022).
“Dalam konteks dan peran itu, MUI hadir untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Serta perannya untuk menjadi payung untuk melahirkan banyak kebajikan dan kemulyaan di tengah masyarakat,” katanya saat memberi sambutan.
Menurut guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya tersebut. Satu diantara yang krusial untuk diperbincangkan untuk mencari solusi adalah dalam dunia pendidikan . Pasalnya MUI Jatim memandang tidak akan pernah sebuah perjalanan, gerakan, cita-cita akan berlangsung lama jika tidak punya basis idiologi.
Sedangkan basis idiologi juga tidak akan bisa kuat dan bertahan jika tidak melalui proses kelembagaan.
“Nah proses kelembagaan yang paling efektif untuk jangka panjang bagi manusia adalah pendidikan. Karena itu posisi pendidikan dalam pandangan MUI Jatim sangat penting sekali,” kata akadmisi yang juga menjabat sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim tersebut.
Prof Zaki sapaan akrabnya juga menyingkung Pandemi Covid-19 telah menimbulakn krisis di berbagai sektor kehidupan. Krisis itu meliputi kesehatan, ekonomi, sosial dan pendidikan. Krisis itulah yang membuat masyarakat Lelah dan jenuh hidup dalam kondisi Pandemi.
Melihat permasalahan tersebut, MUI Jatim yang sebelumnya sukses menggelar webinar seri literasi pandemi sebagai wadah untuk memahami dan mencari solusi krisis kesehatan dengan pendekatan mensinergikan agama dan sains.
“Saat ini ada kebutuhan dari masyarakat untuk mencari solusi dari berbagai problem pendidikan yang diakibatkan oleh pembelajan daring. Guru, dosen mengalami probem tentang pendidikan karakter karena terbatas dengan pembelajaran daring,” terangnya.
Hadir dalam webinar ini ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Turhan Yani. Sekretaris Nur Cholismajid. Hadir sebagai pemateri H Marzuki yang merupakan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta. Hj Uswatun Qayyimah selaku direktur pascasarjana Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (UNIPDU).












