Surabaya, MUIJatim.org
Indonesia dengan jumlah penduduk mayoritas Islam terus berupaya menjadi negara produsen produk halal terbesar di dunia. Upaya tersebut bisa dilihat dengan dikeluarkannya sejumlah regulasi.
Diantaranya Undang-undang (UU) No 22 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), Peraturan Pemerintah (PP) No 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan JPH.
Upaya pemerintah tersebut turut direspons oleh banyak pihak, seperti yang akan dilakukan oleh Pusat Kajian Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) pada 10-11 Juli 2021 di ITS, Rumah Potong Hewan (RPH) Keputih, dan Kedurus.
Selain akan dilaksanakan dengan tatap muka, pelatihan yang juga bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dan Juleha itu juga bisa diikuti secara daring.
Guru Besar Teknik Kimia ITS, Prof Setiyo Gunawan menjelaskan, hadirnya regulasi tentang JPH sampai saat ini masih belum tersosialisasikan dengan baik, misalnya kepada para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan hewani.
“Salah satu regulasi penting adalah berubahnya sifat sertifikasi halal yang semula voluntary (sukarela) bagi pelaku usaha, kini telah berubah menjadi mandatory (wajib),” jelasnya, Ahad (20/06/2021).
Selain itu, Prof Setiyo mengungkapkan jika pelatihan Juleha tersebut juga disiapkan untuk memberikan tambahan wawasan kepada umat Islam yang akan melaksanakan ibadah kurban.
“Kegiatan ini juga disiapkan untuk memperingati Hari Raya Idul Adha. Dengan itu, kami mengajak umat Islam untuk berpartisipasi dalam acara ini,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim media, kegiatan pelatihan tersebut akan menyajikan materi yang berkaitan dengan keamanan dan kehalalan pangan. Semua binaan Halal ITS akan mendapat nomor registrasi yang terhubung dengan website Pusat Kajian Halal ITS.
“Dalam acara ini, para peserta akan mendapatkan banyak materi. Seperti materi tentang fiqih kurban dan penyembelihan, teknik handling hewan, teknik sembelih, pengenalan bilah dan teknik perawatan bilah/pisau sembelih,” jelas Imam Fauzi selaku Ketua DPW Juleha Jawa Timur, Indonesia.
Di sisi lain, Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur, Prof Dr M Noor Harisudin turut mengapresiasi adanya pelatihan tersebut. Pihaknya berharap kegiatan yang akan digelar selama dua hari itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya kira, sinergi antara kami, ITS dan Juleha betul-betul bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Insyaallah program ini akan berjalan hingga masa yang akan datang,” tutur Prof Harisudin yang juga Guru Besar UIN KH Ahmad Shiddiq Jember itu.












