Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, M.A. merupakan salah satu ulama dan akademisi terkemuka di Jawa Timur yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan, penelitian, serta pengabdian keumatan melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lahir pada 4 Januari 1961, ia merupakan anak kelima dari delapan bersaudara, dari pasangan Moh. Soebahar/KH. Bahrul Ulum—tokoh kelahiran Tangsil Kulon, Bondowoso (1921–1993)—dan Sri Indiah/Hj. Siti Badriyah (1934–2019). Prof. Halim diketahui berdomisili di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Dalam kehidupan keluarga, Prof. Halim menikah pada tahun 1987 dengan Dr. Hj. Hamdanah Utsman, M.Hum. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai empat orang anak: H. Ahmad Faris Wijdan, S.Pd.I., SH., MH.; H. Ahmad Fauzul Fikri, S.Si., M.Si.; Ahmad Weldy Fakhriyan, S. M.; serta dr. muda Ratu Belqys Rosadeila Putri, S.Ked.
Jejak Pendidikan dan Akademik
Perjalanan akademiknya dimulai dari Fakultas Tarbiyah IAIN Jember, tempat ia meraih gelar sarjana pada tahun 1987. Bahkan sejak masih menyandang status Sarjana Muda (BA), ia telah mengabdi sebagai asisten dosen dalam bidang Ilmu Pendidikan.
Semangat keilmuan membawanya melanjutkan studi Pascasarjana (S-2) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1988 dan berhasil menyelesaikannya pada 1990. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan Program Doktor sejak 1991, yang semakin mengokohkan kapasitasnya sebagai akademisi. Pada tahun 1992, ia kembali ke almamater sebagai dosen dan terus berkhidmat di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Ibrahimy Situbondo dan Universitas Islam Jember.
Sebagai pendidik, Prof. Halim dikenal sebagai perintis dan pengembang sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam. Ia terlibat dalam pendirian dan pengembangan berbagai institusi, di antaranya STAI Al-Falah As-Sunniyyah (kini Universitas Al-Falah As-Sunniyyah), STAI At-Taqwa (kini IAI At-Taqwa), STAI Darussalam Banyuwangi (kini Universitas KH. Mukhtar Syafaat), STAIDU Lumajang, STAI Tuan Guru Turmudzi di Nusa Tenggara Barat, STAI Al-Mubarok Sampang, serta Institut Agama Islam Shofa Marwa Jember. Selain itu, ia juga aktif mengembangkan program studi Sarjana, Magister dan Doktor di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan Ma’had Aly di Jawa Timur.
Prof. Halim juga diberi amanah sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Lembaga ini mengelola beasiswa Program Sarjana, Magister dan Doktor (S-3) untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Ma’had Aly, dan luar negeri, khususnya Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.
Prestasi dan Penghargaan
Dedikasinya dalam dunia pendidikan dan penelitian mendapatkan pengakuan luas. Ia pernah meraih penghargaan sebagai Dosen Berprestasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI pada 4 Januari 2007, serta penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan dari Bupati Bondowoso pada tahun 2012. Sebagai dosen Prof Halim menulis banyak karya khususnya di bidang pendidikan Islam, keagamaan dan penelitian.
Di bidang penelitian, Prof. Halim juga mencatatkan sejumlah prestasi, di antaranya penghargaan riset dari PRKP PPK UGM Yogyakarta bekerja sama dengan The Ford Foundation (1998), penghargaan riset dari MSRA PSKK UGM dan The Ford Foundation (2004), penghargaan sebagai Peneliti Keagamaan Terbaik Nasional dari Balitbang Departemen Agama RI (2004), serta penghargaan riset dari Kementerian Riset dan Teknologi RI pada tahun 2006.
Kiprah di Majelis Ulama Indonesia
Pengabdian Prof. Halim di MUI dimulai sejak tahun 1991, sepulang dari studi di Yogyakarta. Ia mengawali perannya sebagai staf sekretariat MUI Kabupaten Jember dalam persiapan Musyawarah Daerah. Sejak saat itu, karier organisasinya terus berkembang.
Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Jember selama dua periode (1991–2001), kemudian sebagai Ketua I (2001–2009), hingga dipercaya sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Jember selama tiga periode berturut-turut (2009–2021).
Di tingkat provinsi, ia juga memegang peran strategis sebagai Ketua MUI Jawa Timur Bidang Kajian dan Penelitian (2015–2020), kemudian sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Peendidikan dan Keagamaan (2020–2025). Dan pada masa khidmat 2025-2030 ia ditetapkan sebagai Ketua Umum menggantikan KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah dalam Rapat Paripurna MUI Jawa Timur. Secara keseluruhan, ia telah mengabdikan diri di MUI selama lebih dari 35 tahun.
Dedikasi Keilmuan dan Keumatan
Dengan pengalaman panjang sebagai akademisi dan organisatoris, Prof. Halim dikenal sebagai sosok yang konsisten mengintegrasikan ilmu, dakwah, dan pengabdian sosial. Perannya tidak hanya terbatas pada ruang akademik, tetapi juga menjangkau pembinaan umat, pengembangan kelembagaan pendidikan, serta penguatan peran ulama dalam kehidupan masyarakat.
Komitmennya terhadap khidmah menjadikan Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar sebagai figur sentral yang terus berkontribusi dalam menjaga harmoni, memperkuat keilmuan Islam, serta membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.












