MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Bayan

Ketika Amanah Berpindah dalam Sunyi: Air Mata Ulama, Doa yang Mengalir, dan Lahirnya Kepemimpinan Tanpa Ambisi

OlehAdmin
Kamis, 23 Apr 2026 - 12:00 WIB
Ketika Amanah Berpindah dalam Sunyi: Air Mata Ulama, Doa yang Mengalir, dan Lahirnya Kepemimpinan Tanpa Ambisi
ShareTweetSend

Oleh: Dr. Romadlon Sukardi, MM. ( Ketua Komisi Hubungan Ulama Umara MUI Jatim)

 

Di sebuah siang yang tenang di Surabaya, ruang rapat Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur berubah menjadi ruang batin—tempat kata-kata tak lagi cukup menjelaskan peristiwa. Bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi sebuah momen ketika keikhlasan diuji dan ketulusan dipertontonkan tanpa panggung. Saat KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah memilih menepi demi kesehatan, yang hadir bukan hanya keputusan organisatoris, melainkan pelajaran hidup: bahwa mundur dengan lapang dada adalah bentuk tertinggi dari tanggung jawab.

Di sisi lain, langkah Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar menerima amanah bukanlah ekspresi ambisi, melainkan kepasrahan seorang murid terhadap panggilan gurunya. Di antara jeda kata, percakapan, dan doa-doa yang mengalir lirih, terselip getaran kemanusiaan yang begitu dalam—tentang cinta pada perjuangan, tentang adab dalam kepemimpinan, dan tentang air mata yang jatuh bukan karena kehilangan, tetapi karena kesadaran akan beratnya amanah yang kini berpindah tangan.

“Estafet Keikhlasan: Dari Keteduhan Seorang Kiai, Menuju Amanah yang Dipikul dengan Tunduk”

Air Mata di Ruang Paripurna: Ketika Amanah Diturunkan, dan Keikhlasan Dinaikkan
Di sebuah ruang yang tak hanya dipenuhi kursi dan meja, tetapi juga sejarah, doa, dan getaran batin para ulama—Rapat Paripurna Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur pada 20 April 2026 menjadi saksi bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal siapa menggantikan siapa. Ia adalah peristiwa ruhani—tentang siapa yang siap memikul amanah, dan siapa yang ikhlas meletakkannya.

Hari itu, waktu seakan berjalan lebih lambat. Nama KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah disebut bukan sekadar sebagai Ketua Umum yang mengundurkan diri, tetapi sebagai seorang kiai yang sedang menapaki fase tertinggi dalam kepemimpinan: mengalah kepada takdir dengan penuh keikhlasan. Alasan kesehatan yang beliau sampaikan bukanlah kelemahan—justru itu adalah kekuatan. Sebab tidak semua pemimpin berani berkata, “cukup sampai di sini, demi kebaikan yang lebih besar.”

Baca juga   Pengajian Gus Iqdam Disebut Mirip Konser, MUI Jatim Angkat Bicara

Di Titik Itulah Air Mata Tak Lagi Bisa Disembunyikan.

Di sudut lain, nama Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA., disebut sebagai penerus. Namun sesungguhnya, ini bukan tentang menerima jabatan. Ini tentang menerima panggilan.
Sebuah panggilan yang sebelumnya berkali-kali beliau hindari. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena adab: ingin tetap menjadi santri, bukan mengambil alih posisi kiai.

Kisah komunikasi pribadi antara beliau dan Kiai Mutawakkil—melalui pesan singkat hingga percakapan telepon panjang—menjadi potret betapa kepemimpinan ulama tidak lahir dari ambisi, melainkan dari istikharah, dari tunduk pada kehendak Allah, dan dari dorongan moral seorang guru kepada muridnya.

Ketika akhirnya Prof. Halim menerima, itu bukan kemenangan pribadi. Itu adalah kepasrahan. Dan di situlah letak kemuliaannya.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Emil Elestianto Dardak berjalan dalam suasana yang tidak biasa. Formalitas organisasi berpadu dengan getaran spiritual. Setiap keputusan terasa seperti ditimbang bukan hanya dengan akal, tetapi juga dengan hati dan doa.

Keputusan-keputusan strategis diambil: reposisi kepengurusan, penguatan bidang fatwa, ukhuwah, hingga penambahan elemen sekretariat. Namun sesungguhnya, yang paling monumental bukanlah struktur itu—melainkan nilai yang diwariskan.

Bahwa MUI bukan organisasi biasa. Ia adalah penjaga moral umat. Ia tidak memiliki “jamaah” secara formal, tetapi memiliki tanggung jawab atas seluruh umat.

Dan di tengah semua itu, kita menyaksikan satu hal yang semakin langka di zaman modern: kepemimpinan yang lahir dari keikhlasan, dijalankan dengan keteduhan, dan diwariskan dengan penuh adab.

Air mata yang jatuh hari itu bukanlah tanda kesedihan semata. Ia adalah tanda cinta. Cinta kepada amanah. Cinta kepada perjuangan. Cinta kepada nilai-nilai luhur yang selama ini dijaga oleh para ulama Jawa Timur.

Baca juga   Fenomena Tarawih Kilat di Blitar, Ini Penjelasan MUI Jatim

Pergantian ini bukan akhir. Ini adalah estafet. Dari tangan yang mulai lelah karena sakit, menuju tangan yang gemetar karena tanggung jawab.

Dan kita semua tahu—di balik itu semua—ada satu kekuatan yang tak terlihat, namun sangat nyata: doa para kiai, doa para santri, dan doa umat.

Di situlah sebenarnya kepemimpinan itu hidup.
Bukan di podium.
Bukan di jabatan.
Tetapi di hati yang bersujud,
dan air mata yang jatuh diam-diam,
demi menjaga umat tetap dalam kedamaian. Wallahu A’lamu Bisshawab.

Surabaya, 21 April 2026

Topik: Kiai MutawakkilMUI JatimProf. Halim

Artikel Terkait

MUI Serukan Penghentian Agresi Militer AS dan Israel di Timur Tengah

MUI Serukan Penghentian Agresi Militer AS dan Israel di Timur Tengah

04/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 10 poin tausiyah sebagai respons dari agresi...

Hukum Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal

Hukum Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal

30/03/2026

Memasuki bulan Syawal, terasa kurang sempurna bagi seorang Muslim jika tidak melaksanakan puasa enam hari....

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

20/03/2026

Shalat Idul Fitri adalah salah satu yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan umat Islam pada Hari...

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

15/03/2026

Zakat fitrah merupakan kewajiban seorang muslim harus ditunaikan saat bulan Ramadhan hingga sebelum Hari Raya...

Lafal Niat Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Lafal Niat Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

10/03/2026

Umat Islam di Indonesia memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan 1447 H. Dalam menyambut hari-hari...

Ini Waktu yang Sah untuk Membayar Zakat Fitrah

Ini Waktu yang Sah untuk Membayar Zakat Fitrah

09/03/2026

Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim sebagai sarana penyucian diri dari...

Panduan Shalat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Panduan Shalat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

03/03/2026

Fenomena gerhana bulan kembali menjadi perhatian publik di Indonesia. Pada Selasa, 3 Maret 2026 malam,...

Informasi Terbaru

Ketika Amanah Berpindah dalam Sunyi: Air Mata Ulama, Doa yang Mengalir, dan Lahirnya Kepemimpinan Tanpa Ambisi

Ketika Amanah Berpindah dalam Sunyi: Air Mata Ulama, Doa yang Mengalir, dan Lahirnya Kepemimpinan Tanpa Ambisi

23/04/2026 - 12:00 WIB
Profil Prof. Abd. Halim Soebahar, Ketua Umum MUI Jatim 2025-2030

Profil Prof. Abd. Halim Soebahar, Ketua Umum MUI Jatim 2025-2030

23/04/2026 - 09:46 WIB
Momen Haru, Kiai Mutawakkil Sampaikan Pesan Mendalam di Akhir Kepemimpinanya

Momen Haru, Kiai Mutawakkil Sampaikan Pesan Mendalam di Akhir Kepemimpinanya

21/04/2026 - 12:00 WIB
Nakhodai MUI Jatim, Prof Halim Sampaikan 3 Hal Penting

Nakhodai MUI Jatim, Prof Halim Sampaikan 3 Hal Penting

21/04/2026 - 10:30 WIB
Rapat Paripurna MUI Jatim Tetapkan Prof. Abd Halim Soebahar sebagai Ketua Umum Baru

Rapat Paripurna MUI Jatim Tetapkan Prof. Abd Halim Soebahar sebagai Ketua Umum Baru

20/04/2026 - 14:08 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Bersalaman dengan Ibu Guru

Fatwa MUI

Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
Fatwa

Rilis 2 : Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Zakat

30/05/2024
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved