Surabaya, MUI Jatim
Musim haji tahun 2026 menghadirkan tantangan cuaca yang cukup berat bagi para jemaah. Berdasarkan prakiraan terkini, suhu udara di Arab Saudi diprediksi melonjak tajam dan akan mencapai suhu ekstrem di kisaran 43 hingga 45 derajat Celcius.
Kondisi cuaca yang sangat terik ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh jemaah haji asal Indonesia. Paparan suhu panas yang menyengat dapat berisiko memicu masalah kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan parah, hingga heatstroke jika tidak diantisipasi dengan baik. Tentu saja, kondisi fisik yang menurun dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan rukun dan wajib haji.
Untuk menyiasati cuaca panas ekstrem tersebut dan menjaga kondisi fisik tetap bugar selama berada di Tanah Suci, para jemaah diimbau untuk disiplin menerapkan lima langkah pencegahan berikut:
5 Panduan Sehat Menghadapi Cuaca Panas di Tanah Suci:
Memperbanyak Minum Air Putih Kunci utama di tengah cuaca panas adalah hidrasi. Jangan menunggu haus untuk minum. Pastikan pasokan cairan tubuh selalu tercukupi secara berkala untuk menggantikan cairan yang hilang akibat penguapan keringat yang tinggi.
- Memperbanyak Konsumsi Buah
Selain air putih, penuhi kebutuhan cairan dan vitamin dengan rutin mengonsumsi buah-buahan segar yang disediakan. Ini sangat membantu memulihkan energi dan menjaga sistem imun tubuh tetap kuat. - Mengatur Waktu Beraktivitas dengan Bijak
Kendalikan energi dan jangan memaksakan diri. Hindari aktivitas di luar ruangan pada siang bolong atau jam-jam dengan paparan sinar matahari paling terik, kecuali untuk pelaksanaan ibadah wajib. Manfaatkan waktu luang untuk beristirahat. - Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Saat harus beraktivitas di luar pemondokan, lindungi diri Anda dari sengatan matahari langsung. Gunakan payung, kacamata hitam, masker, serta sangat disarankan memakai pelembap kulit dan tabir surya agar kulit tidak kering atau terbakar. - Segera Hubungi Petugas Kesehatan Saat Sakit
Kenali batas kemampuan tubuh sendiri. Jika mulai merasa pusing, mual, lemas berlebihan, atau menunjukkan gejala sakit lainnya, jangan ditunda. Segera minta pendampingan kepada petugas kesehatan kloter agar mendapat penanganan yang tepat dan cepat.
Kesehatan fisik adalah modal krusial dalam ibadah haji. Dengan kedisiplinan menjaga tubuh dan saling mengingatkan antarsesama jemaah, diharapkan seluruh rangkaian ibadah dapat tertunaikan dengan khusyuk dan lancar hingga kembali ke Tanah Air.












