Surabaya, MUI Jatim
Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana (LAKPB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat dan ta’aruf pengurus sebagai langkah awal konsolidasi organisasi untuk masa khidmat mendatang. Kegiatan ini digelar di kantor MUI Jawa Timur, Selasa (28/04/2026).
Ketua LAKPB MUI Jawa Timur, Hambali, menyampaikan bahwa pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim dan perkenalan antar pengurus, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah program kerja lima tahun ke depan.
“Pertemuan ini di samping silaturahim dan perkenalan masing-masing pengurus, ke depan kita akan merumuskan program kerja selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa cakupan kerja LAKPB tidak hanya terbatas pada penanggulangan bencana alam, tetapi juga mencakup bencana non-alam seperti persoalan mental dan sosial di tengah masyarakat.
“Kita di sini bukan hanya menangani bencana alam saja, tetapi juga bencana mental dan sosial yang juga menjadi bagian dari perhatian kita. Peran MUI sangat besar dalam hal ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hambali menyampaikan bahwa LAKPB MUI Jatim akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kita akan berkoordinasi dengan BPBD di Jawa Timur maupun di daerah-daerah, untuk memastikan bahwa MUI juga memiliki peran aktif melalui lembaga kebencanaan,” jelasnya.
Selain itu, LAKPB juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memperkuat dukungan dalam kegiatan penanggulangan bencana.
“Kita juga akan menggandeng beberapa perusahaan yang selama ini sudah berjalan bersama MUI, khususnya dalam penguatan program CSR untuk mendukung kegiatan kebencanaan,” pungkasnya.












