Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kehormatan Mufti Negeri Perak Malaysia, Selasa (25/11/2025) di Gedung MUI Jawa Timur.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan keilmuan, kelembagaan, dan kerja sama antar-ulama dua negara, khususnya dalam bidang fatwa dan maslahah umat.
Wakil Ketua MUI Jawa Timur, KH Jazuli Nur, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Mufti Negeri Perak Malaysia.
“Kami bersyukur mendapat kunjungan mahabbah dari Mufti Negeri Perak Malaysia. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujarnya.
KH Jazuli berharap kegiatan ini bisa mempererat hubungan kelembagaan antara MUI dan Mufti Negeri Perak Malaysia.
“Mudah-mudahan hubungan antara Indonesia dan Malaysia semakin erat, khususnya pada lembaga-lembaga yang bertugas mengeluarkan fatwa,” harapnya.
Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehati-hatian dalam menetapkan fatwa adalah prinsip utama yang tidak bisa ditawar.
“Kami sangat berhati-hati soal fatwa, karena sebenarnya fatwa itu adalah Allah yang berfatwa. Maka kita sebagai hamba Allah tidak boleh melenceng dari koridor syariah, berupaya mengambil qoul mu’tamad dan selalu memilih yang paling maslahat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan dua prinsip besar yang dipegang MUI dalam menjalankan tugasnya.
“MUI sebagai Khadimul Ummah yaitu hadir untuk melayani ummat dan Shodiqul Hukumah yaitu menjadi mitra strategis negara dalam menjaga kemaslahatan publik,” katanya.
Sementara itu, Datuk Seri Haji Wan Zahidi Wan Teh, Mufti Negeri Perak Malaysia, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antar-ulama dalam menjaga kemaslahatan umat.
“Kunjungan ini bertujuan sebagai upaya kita yang bekerja di dalam Maslahah Islamiyah yang memerlukan ikatan satu sama lain,” ungkapnya.












