MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Bayan

Dengan Puasa Ramadhan, Seseorang Dapat Mengatur Ritme Emosi

OlehAdmin
Jumat, 21 Mar 2025 - 14:56 WIB
Dengan Puasa Ramadhan, Seseorang Dapat Mengatur Ritme Emosi
ShareTweetSend

Umat Islam sudah sangat familier dengan al-Aqur’an surat Al-Baqarah ayat 183, firman Allah yang menjadi dasar hukum dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. 

Obyek yang diperintah melaksanakan puasa adalah orang-orang yang beriman, dan dengan puasa mereka para mukmin terus menjadi pribadi yang bertakwa.

Para ahli tafsir “sepakat” bahwa ibadah puasa, selain menunaikan perintah Allah, ada berbagai hikmah (kebaikan yang selalu melekat dalam diri seseorang) yang dapat dijadikan ‘ibrah (pelajaran), baik untuk kepentingan jiwa raga, maupun kepentingan interaksi sosial.

Puasa dapat menimbulkan kesadaran dan kasih sayang antar sesama, tumbuh empati dan simpati kepada orang lain dalam berbagai keadaan. 

Secara lahiriyah (syari’at), puasa itu menahan nafsu makan, minum, dan segala macam perbuatan yang dapat membatalkannya. Mulai terbit matahari sampai terbenam, dengan diawali niat yang Ikhlas karena Allah.

Kita pernah merasa lapar dan haus, maka lihatlah mereka yang kekurangan makan, kekurangan minum, bahkan kekurangan kebutuhan pokok untuk memenuhi hajat hidup yang sangat mendasar. 

Terbentuklah jiwa yang suci, yakni menampilkan sosok pribadi orang yang bertakwa  dengan cermin kepedulian sosial. Hidup tidak bisa jalan sendiri, walau punya segalanya, harta, ilmu, status sosial, jabatan, dan privilege lainnya yang melekat.

Orang yang tidak merasakan empati kepada orang lain tatkala ada penderitaan, patut dipertanyakaan dampak puasanya. Hanya mampu menahan lapar dan dahaga, tanpa mendapatkan dampak kejiwaan makna puasa. Para ahli tasawuf menyebutkannya dengan sia-sialah mereka yang berpuasa. 

Persiapan jiwa yang bersih menjadi penting bagi para sho’imin (orang-orang yang berpuasa), sehingga sasaran perintah puasa diarahkan pada orang-orang yang beriman.

Bisa saja secara lahir tampak berpuasa, tapi kita tidak tahu apakah seseorang sedang puasa atau tidak, karena itu, puasa menjadi jalan privasi seseorang kepada Tuhan untuk diakui sebagai hambat yang ta’at.

Kejujuran adalah salah satu hikmah puasa yang akan terasa dampaknya, untuk kemaslahan pribadi maupun orang lain. Maka niat menjadi salah satu indikator, bahwa seseorang  itu jujur dalam menentukan tujuan hidupnya.

Selain familier dengan surat al-Baqarah ayat 183, esensi puasa juga dapat terlihat dalam surat Ali ‘Imran ayat 134.  Jika surah al-Baqarah menjelaskan esensi puasa agar selalu menjadi pribadi bertakwa, surat Ali ‘Imran menjelaskan ciri-ciri atau sifat orang-orang yang bertakwa, baik dalam kontek vertikal maupun horizontal (sesama manusia).

Orang-orang yang bertakwa adalah mereka selalu berinfak, mendermakan harta yang telah diperoleh untuk kepedulian sosial kepada orang lain, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Diriwayatkan dalam suatu hadits, Aisyah Ummul Mukminin pernah bersedekah hanya dengan sebiji anggur, sementara sahabat Nabi lainnya ada yang pernah bersedekah dengan sebiji bawang. Nilai sedekah walau tampat sedikit, seakan tak bernilai, menunjukkan bukti  bahwa seseorang memiliki kepekaan sosial dengan menginfakkan sebagian harta yang dimiliki.

Baca juga   Pemahaman Literasi Keagamaan, MUI Jatim: Pergunakan Sebutan Kiai dan Gus yang Tepat

Bahkan jika tidak ada sama sekali harta yang dimiliki, tersenyum kepada orang lain sebagai wujud menyenangkan, adalah bagian dari sodakah. Tidaklah bertakwa jika seseorang belum menunjukkan kepedulian sosial terhadap sesamanya.

Selanjutnya, ciri-ciri orang bertakwa dapat terlihat dari sikapnya yang selalu menjaga diri agar tidak mudah marah, mampu menahan emosi saat dirinya terpancing dengan keadaan jiwanya di tengah kehidupan sosial masyarakat, dalam al-Qur’an disebutkan dengan kalimat wal kadhimina al-ghaidl (menahan emosi). Tidak mudah mengelola jiwa agar tidak mudah emosi.

Dengan berpuasa seseorang dilatih untuk mengatur jiwanya agar tidak mudah terpancing emosinya. Marah memang manusiawi, tetapi kalau selalu marah, itu sudah lepas kendali kemanusiaannya.

Manusia yang baik adalah mereka yang mampu mengelola nafsunya agar tidak mudah tergoda dengan kehidupan lain yang mengakibatkan marah.

Kata Rhoma Irama dalam salah satu liriknya, ..jadi orang jangan pemarah, salah sedikit naik darah, kalau kita jadi pemarah teman jauh rejeki susah. Lebih baik jadi peramah, salah sedikit maafkanlah, kalau kita jadi peramah, teman banyak rejeki mudah. 

Era media sosial (medsos), batas kehidupan sosial tanpa sekat, keterbukaan informasi yang tak terbendung, sebagai orang bertakwa harus bisa mengatur ritme emosi.

Jika pada umumnya komunikasi lisan menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan sosial, sampai Nabi menyatakan bahwa keselamatan seseorang tergantung bagaimana pandai menjaga lisannya.  

Maka pada era medsos, kepandaian menjaga tangan agar menggoreskan tulisannya dalam platform media, adalah keniscayaan yang tak terelakkan.

Untuk mengatur kehidupan keterbukaan informasi, pemerintah telah mengaturnya dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transasksi Elektronik (ITE).

Berapa banyak orang terjerat tindak pidana karena menyinggung orang lain melalui tulisan di media. Mengupload gambar yang menimbulkan ketersinggungan orang lain, walau awalnya bermaksud gurau, tapi karena yang membaca dan melihat orang-orang dari latar belakang yang beragam, akibatnya gurauan menjadi alat bukti tindak pidana.

Orang yang bertakwa tidak boleh sembarangan bermedia di ruang publik, selektif dalam membaca setiap gejala sosial. Tidak reaktif dalam merespon hiruk pikuk tulisan, gambar, dan video yang mengarah pada “kejahatan sosial”.

Kemampuan mengendalikan emosi setiap orang tidak sama, para ahli tafsir memberikan penjelasan, bahwa menahan emosi itu sesuai kemampuan atau ukuran masing-masing orang (al-Kaafina ‘an imdla’ihi ma’a al-qudrat).

Melampiaskan emosi harus sesuai keadaan, kepada apa dan siapa kita melampiaskan marahnya. Yang terbaik adalah tidak mudah marah, tapi perangai yang peramah menjadi pilihan hidupnya.

Mudah memaafkan kesalahan orang lain, juga menjadi bagian dari sifat-sifat orang yang bertakwa sebagaimana disebutkan dalam surat Ali ‘Imran ayat 134. Kalau kita disakiti orang lain, terbuka lebar menerima permintaan maaf atas kesalahan orang lain. Tidak suka menebar perbuatan salah yang dilakukan orang lain.

Baca juga   Noor Shodiq Askandar: Ramadan Itu Momentum Terbaik Menjadi Wirausaha Muslim yang Kaffah

Dengan menutupi aib orang lain sebenarnya kita sedang menutup aib diri sendiri. Jika kita yang melakukan kesalahan (sengaja atau tidak) kepada orang lain, apa pun bentuknya, segeralah meminta maaf kepada orang yang telah disakiti perasaan jiwanya.

Tidak menjadi rendah dan hina ketika seseorang mengajukan permintaan maaf terlebih dahulu. Bahkan dalam salah satu kalam hikmah disebutkan: barang siapa yang tawadlu’ (rendah hati) kepada orang lain, maka Allah akan mengangkat derajatnya yang lebih mulia. 

Pluralitas kehidupan sosial memang sunatullah, tidak ada yang sama dalam kehidupan ini, perbedaan itulah sebenarnya keadilan dan kebesaran Tuhan dalam ciptaan-Nya.

Seperti yang sering disampaikan oleh almarhum KH. Hasyim Muzadi dalam berbagai kesempatan, janganlah menyamakan yang berbeda-beda, dan jangan membeda-bedakan yang sama.

Ada karakter orang yang mudah tersinggung dan tidak mau minta maaf. Merasa tinggi diri dalam segala hal mengakibatkan seseorang tidak mudah, atau bahkan tidak mau meminta maaf sekaligus memaafkan kesalahan orang lain.

Sekalipun kesalahan sejatinya ada pada orang yang merasa tinggi diri, tanpa dibarengi rendah hati, sehingga suka merendahkan orang lain. Terhadap karakter orang seperti ini, kita disuruh sabar dan tetap memaafkan, walau “berat hati” untuk mengutarakan permaafannya.

Puasa dapat menjadi perisai diri untuk menjadi orang yang pemaaf. Lagi-lagi ingat akan kalam hikmah, apalah arti menahan haus dan lapar dalam berpuasa, jika kita tidak mau menunjukkan sikap rendah hati, suka memaafkan kesalahan orang lain. 

Kalau kita sudah berbuat baik sebagaimana ciri-ciri atau sifat orang yang bertakwa, berinfak dalam segala keadaan, mampu menahan emosi, mudah memaafkan kesalahan orang lain, dan sabar serta Ikhlas menghadapi berbagai ujian sosial, maka Allah akan menjadikan kita sebagai golongan orang-orang yang berbuat baik, dan pada akhirnya mendapatkan anugerah cinta kasih sayang dari Maha Cinta Kasih Sayang, Allah  Yang Rahman dan Rahim.

Berbahagialah orang-orang yang pada bulan Ramadhan memenuhi panggilan Allah, dengan firman ..wahai orang-orang yang beriman. Seakan kita menjawabnya, ya kami memenuhi panggilan-Mu wahai Allah, kami berpuasa dengan segala niatnya, dengan segala keikhlasannya.

Tapi kami mohon kepada Engkau Ya Allah, jadikanlah puasa kami sebagaimana tujuan puasa yang telah engkau janjikan, menjadi orang-orang yang bertakwa, mampu menjaga hubungan baik dengan Engkau dan mahluk-Nya. 

Selamat menjalan ibadah puasa dan meramaikan Ramadhan yang penuh rahmah, berkah, dan ampunan.  

Artikel ini ditulis oleh Dr. Maskuri, M.Pd.I, Sekretaris Komisi Hubungan Ulama dan Umara MUI Jatim dalam program Hikmah Ramadhan kerja sama MUI Jatim dengan Tribun Jatim dan Harian Surya.

Topik: hikmah ramadhanMUI Jatim

Artikel Terkait

Waspada Suhu 45 Derajat Celcius, Ini 5 Tips Jitu Jaga Kesehatan Jemaah Haji di Tanah Suci

Waspada Suhu 45 Derajat Celcius, Ini 5 Tips Jitu Jaga Kesehatan Jemaah Haji di Tanah Suci

19/05/2026

Surabaya, MUI Jatim Musim haji tahun 2026 menghadirkan tantangan cuaca yang cukup berat bagi para...

MUI Jatim: Hati-Hati Pilih Hewan Kurban, Perhatikan Syarat Sah Berikut Ini!

MUI Jatim: Hati-Hati Pilih Hewan Kurban, Perhatikan Syarat Sah Berikut Ini!

13/05/2026

Surabaya, MUI Jatim Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa...

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Mei 2026: Raih Berkah Dzulqa’dah dan Dzulhijjah

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Mei 2026: Raih Berkah Dzulqa’dah dan Dzulhijjah

04/05/2026

Surabaya, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh umat Islam,...

Ketika Amanah Berpindah dalam Sunyi: Air Mata Ulama, Doa yang Mengalir, dan Lahirnya Kepemimpinan Tanpa Ambisi

Ketika Amanah Berpindah dalam Sunyi: Air Mata Ulama, Doa yang Mengalir, dan Lahirnya Kepemimpinan Tanpa Ambisi

23/04/2026

Oleh: Dr. Romadlon Sukardi, MM. ( Ketua Komisi Hubungan Ulama Umara MUI Jatim)   Di...

MUI Serukan Penghentian Agresi Militer AS dan Israel di Timur Tengah

MUI Serukan Penghentian Agresi Militer AS dan Israel di Timur Tengah

04/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 10 poin tausiyah sebagai respons dari agresi...

Hukum Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal

Hukum Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal

30/03/2026

Memasuki bulan Syawal, terasa kurang sempurna bagi seorang Muslim jika tidak melaksanakan puasa enam hari....

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

20/03/2026

Shalat Idul Fitri adalah salah satu yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan umat Islam pada Hari...

Informasi Terbaru

Makna dan Sejarah Penamaan Hari Tarwiyah dan Arafah serta Keutamaannya

Makna dan Sejarah Penamaan Hari Tarwiyah dan Arafah serta Keutamaannya

25/05/2026 - 11:09 WIB
Jelang Idul Adha 2026, MUI Jatim Gembleng Takmir Masjid Lewat Pendekatan Fiqih dan Medis Veteriner

Jelang Idul Adha 2026, MUI Jatim Gembleng Takmir Masjid Lewat Pendekatan Fiqih dan Medis Veteriner

23/05/2026 - 18:44 WIB
MUI Jatim Kebut Persiapan Pengukuhan dan Mukerda, Fokus Perkuat Konsep Islam Wasatiyah

MUI Jatim Kebut Persiapan Pengukuhan dan Mukerda, Fokus Perkuat Konsep Islam Wasatiyah

20/05/2026 - 20:18 WIB
Waspada Suhu 45 Derajat Celcius, Ini 5 Tips Jitu Jaga Kesehatan Jemaah Haji di Tanah Suci

Waspada Suhu 45 Derajat Celcius, Ini 5 Tips Jitu Jaga Kesehatan Jemaah Haji di Tanah Suci

19/05/2026 - 11:18 WIB
MUI Jatim Desak Pemerintah: Tutup Lembaga Pendidikan yang Jadi Kedok Kejahatan Seksual!

MUI Jatim Desak Pemerintah: Tutup Lembaga Pendidikan yang Jadi Kedok Kejahatan Seksual!

14/05/2026 - 17:38 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Bersalaman dengan Ibu Guru

Fatwa MUI

Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
Fatwa

Rilis 2 : Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Zakat

30/05/2024
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved