MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Featured

Hari Anak Nasional: Pendidikan sebagai Benteng Anak dari Gawai, Terorisme, dan Ekstremisme

OlehAdmin
Jumat, 24 Jul 2026 - 11:32 WIB
Hari Anak Nasional: Pendidikan sebagai Benteng Anak dari Gawai, Terorisme, dan Ekstremisme
ShareTweetSend

Oleh: Dr. dr. Sukma Sahadewa, Sp.KKLP., M.Kes., S.H., M.H., S.Sos., M.Sos., M.M(ARS)., CLA., FISPH., FISCM.
Sekretaris Badan Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme (BPTE) MUI Jawa Timur, Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya, dan Akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa anak-anak Indonesia adalah investasi terbesar bangsa. Tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” mengandung pesan kuat bahwa kasih sayang kepada anak tidak cukup diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan fisik semata, tetapi juga melalui perlindungan terhadap ancaman yang semakin kompleks di era digital.

Kini, tantangan terbesar tumbuh kembang anak bukan lagi sekadar persoalan gizi, pendidikan formal, atau kesehatan fisik. Ancaman hadir melalui layar gawai yang hampir tidak pernah lepas dari genggaman mereka. Dunia digital membuka akses tanpa batas terhadap ilmu pengetahuan, tetapi pada saat yang sama juga menjadi pintu masuk berbagai konten negatif, mulai dari pornografi, perjudian daring, perundungan siber (cyberbullying), penyalahgunaan narkoba, hingga propaganda radikalisme, terorisme, dan ekstremisme.

Generasi Alpha dan Generasi Z merupakan generasi digital yang lahir dan tumbuh bersama teknologi. Mereka memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan digital, tetapi belum tentu memiliki kematangan emosional dan kemampuan menyaring informasi. Kondisi ini menjadikan mereka kelompok yang rentan menjadi sasaran berbagai bentuk manipulasi informasi maupun rekrutmen ideologi yang menyimpang.

Kelompok ekstrem memanfaatkan media sosial, permainan daring, forum diskusi, hingga aplikasi percakapan sebagai sarana membangun kedekatan emosional dengan anak dan remaja. Mereka memahami bahwa generasi muda sedang berada pada fase pencarian identitas sehingga mudah dipengaruhi oleh narasi yang dikemas secara menarik, heroik, bahkan mengatasnamakan agama maupun perjuangan kemanusiaan.

Di sinilah pendidikan memegang peranan yang sangat strategis. Pendidikan bukan hanya proses mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter, integritas, daya kritis, empati, serta kemampuan memilah informasi. Anak yang memiliki literasi digital yang baik akan lebih mampu mengenali hoaks, propaganda, ujaran kebencian, maupun konten yang mengarah pada intoleransi dan kekerasan.

Baca juga   MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan LPH melalui Rakor dan Halal Bihalal

Sekolah perlu memperluas makna pendidikan karakter. Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, budaya dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Nilai-nilai Pancasila, kebangsaan, gotong royong, serta moderasi beragama harus hadir dalam kehidupan sekolah, bukan sekadar menjadi materi pelajaran.

Namun pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Keluarga tetap menjadi benteng pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat dan terbuka sehingga anak merasa nyaman berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapinya. Pengawasan penggunaan gawai tidak cukup hanya membatasi durasi penggunaan, tetapi juga melalui pendampingan terhadap konten yang dikonsumsi, aplikasi yang digunakan, hingga interaksi sosial anak di ruang digital.

Tidak sedikit anak yang mencari jawaban atas persoalan hidupnya melalui internet karena merasa kehilangan ruang dialog di rumah. Ketika komunikasi keluarga melemah, ruang kosong tersebut dapat diisi oleh pihak-pihak yang memiliki agenda ideologis tertentu. Oleh karena itu, keluarga yang harmonis sesungguhnya merupakan strategi pencegahan paling efektif terhadap berbagai bentuk penyimpangan perilaku.

Pemerintah bersama dunia pendidikan juga perlu memperkuat program literasi digital nasional sejak usia dini. Anak-anak harus dibekali kemampuan memahami keamanan digital, etika bermedia sosial, bahaya cyber grooming, penipuan digital, penyebaran hoaks, hingga modus rekrutmen kelompok ekstrem melalui platform digital. Literasi digital harus menjadi bagian dari kecakapan hidup abad ke-21.

Sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme (BPTE) MUI Jawa Timur, saya meyakini bahwa upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan. Pencegahan dilakukan melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat, pengembangan wawasan kebangsaan, penguatan karakter, serta pendidikan Islam yang rahmatan lil ’alamin. Pemahaman agama yang benar akan melahirkan kasih sayang, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan, bukan kebencian maupun kekerasan.

Baca juga   Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

Dalam perspektif pendidikan, perlindungan anak juga harus menjadi gerakan bersama. Sebagai Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya, saya memandang bahwa kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, tokoh agama, media massa, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat. Tidak ada satu lembaga pun yang mampu melindungi anak sendirian di tengah derasnya arus digitalisasi.

Media massa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang mendidik, memperkuat narasi kebangsaan, serta mengedukasi masyarakat mengenai bahaya radikalisme, terorisme, dan ekstremisme. Di tengah banjir informasi digital, media harus menjadi ruang pembelajaran publik yang mampu menumbuhkan optimisme, toleransi, dan semangat persatuan.

Hari Anak Nasional bukan hanya perayaan bagi anak-anak, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh orang dewasa. Sudahkah kita menghadirkan lingkungan yang aman bagi mereka? Sudahkah kita mendidik mereka agar bijak menggunakan teknologi? Sudahkah kita menanamkan nilai-nilai moral, agama, dan kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman?

Menyayangi anak berarti memastikan mereka tumbuh sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, dan tangguh menghadapi berbagai ancaman era digital. Ketika pendidikan berhasil membangun karakter yang kokoh, maka gawai akan menjadi sarana belajar, bukan sumber kerusakan; media sosial menjadi ruang kolaborasi, bukan tempat penyebaran kebencian; dan teknologi menjadi alat membangun peradaban, bukan menghancurkannya.

Pada akhirnya, masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas anak-anak hari ini. Melindungi mereka dari dampak negatif gawai, radikalisme, terorisme, dan ekstremisme merupakan investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi emas Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, toleran, cinta tanah air, serta mampu membawa bangsa menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.

Topik: BPTEhari anak nasionalMUIJatimopiniUlama

Artikel Terkait

Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

23/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Dalam upaya meningkatkan sinergi kelembagaan dan memperkuat pemahaman mengenai mekanisme penyelesaian...

Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

23/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar...

Sikap Tegas MUI Jatim di Mukerda 2026: Tolak Normalisasi LGBT, Namun Larang Keras Tindakan Main Hakim Sendiri

Sikap Tegas MUI Jatim di Mukerda 2026: Tolak Normalisasi LGBT, Namun Larang Keras Tindakan Main Hakim Sendiri

21/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan sikap kritisnya terhadap...

Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, PDUF dan LPEU MUI Jatim Sepakati Kolaborasi Strategis

Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, PDUF dan LPEU MUI Jatim Sepakati Kolaborasi Strategis

21/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi...

LPPOM MUI Jawa Timur dan Komisi Fatwa MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi melalui Focus Group Discussion

LPPOM MUI Jawa Timur dan Komisi Fatwa MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi melalui Focus Group Discussion

20/07/2026

Surabaya, MUI Jatim – LPPOM MUI Jawa Timur bersama Komisi Fatwa MUI Jawa Timur menyelenggarakan...

Kunjungan Kerja MUI Pusat: MUI Jawa Timur Mantapkan Langkah Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Kunjungan Kerja MUI Pusat: MUI Jawa Timur Mantapkan Langkah Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

16/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari...

Sinergi Ulama Madura dan MUI Jatim: Bahas Isu LGBT hingga Fenomena Sosial yang Menggerus Marwah Pesantren

Sinergi Ulama Madura dan MUI Jatim: Bahas Isu LGBT hingga Fenomena Sosial yang Menggerus Marwah Pesantren

14/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Pada hari Senin, 13 Juli 2026, Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI)...

Informasi Terbaru

Hari Anak Nasional: Pendidikan sebagai Benteng Anak dari Gawai, Terorisme, dan Ekstremisme

Hari Anak Nasional: Pendidikan sebagai Benteng Anak dari Gawai, Terorisme, dan Ekstremisme

24/07/2026 - 11:32 WIB
Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

23/07/2026 - 11:30 WIB
Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

23/07/2026 - 08:30 WIB
Sikap Tegas MUI Jatim di Mukerda 2026: Tolak Normalisasi LGBT, Namun Larang Keras Tindakan Main Hakim Sendiri

Sikap Tegas MUI Jatim di Mukerda 2026: Tolak Normalisasi LGBT, Namun Larang Keras Tindakan Main Hakim Sendiri

21/07/2026 - 11:20 WIB
Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, PDUF dan LPEU MUI Jatim Sepakati Kolaborasi Strategis

Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, PDUF dan LPEU MUI Jatim Sepakati Kolaborasi Strategis

21/07/2026 - 09:57 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Bersalaman dengan Ibu Guru

Fatwa MUI

Fatwa

MUI Jatim Terbitkan Fatwa Haram Penyalahgunaan Vape untuk Narkotika dan Konsumsi di Ruang Publik

08/07/2026
Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved