SURABAYA – Lembaga Advokasi, Koordinasi, dan Penanggulangan
Bencana Majelis
Ulama Indonesia
Jawa Timur (LAK-PB
MUI Jatim) melakukan
kunjungan silaturahim dan pertemuan strategis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur di kantor BPBD
Jatim. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam melalui sinergi nyata antara ulama dan
umara.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LAK-PB
MUI Jatim, H. Hambali, SE, dan disambut oleh Kepala BPBD Jatim, Gatot. Kunjungan ini berfokus pada kolaborasi tindak lanjut terkait mitigasi, respons cepat, dan edukasi masyarakat yang berlandaskan pada pendekatan kultural serta keagamaan.
Salah satu kesepakatan utama yang dihasilkan adalah
program peningkatan kapasitas relawan berbasis komunitas. BPBD Jatim dan LAK-PB MUI Jatim sepakat untuk merancang agenda pelatihan kebencanaan bersama yang difokuskan pada relawan
pesantren, dai tanggap bencana, serta pemuda ulama. Pelatihan ini dirancang agar para relawan memiliki standar operasional prosedur dalam hal pencarian, pertolongan pertama, dan manajemen logistik di situasi darurat.
Selain pelatihan teknis, kedua lembaga ini juga menyoroti pentingnya advokasi dan literasi mitigasi berbasis keagamaan. Penguatan literasi kebencanaan nantinya akan disampaikan melalui pendekatan dakwah yang sejuk. Narasi kebencanaan dikemas secara khusus agar masyarakat memahami bahwa upaya mitigasi merupakan bagian dari ikhtiar menjaga jiwa atau Hifzh an-Nafs.
Terkait koordinasi tanggap darurat, LAK-PB MUI Jatim dan BPBD Jatim turut menyusun skema pendirian posko bersama apabila terjadi bencana alam. Skema ini bertujuan untuk memastikan proses pendistribusian bantuan, pemberian layanan psikososial, hingga pendampingan spiritual bagi para korban dapat berjalan dengan cepat, efisien, dan tepat sasaran.
Sinergi antara BPBD Jatim dan LAK-PB MUI Jatim ini dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Provinsi Jawa Timur yang tangguh bencana. Kolaborasi ini diharapkan mampu menggabungkan kesiapan teknis
pemerintah dengan kekuatan spiritual dari masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen lanjutan, LAK-PB MUI Jatim dan BPBD Jatim akan segera merealisasikan hasil pertemuan ini dalam program kerja nyata. Langkah terdekat yang akan dilakukan adalah menyusun kurikulum pelatihan mitigasi bencana yang secara khusus disesuaikan untuk pondok pesantren dan komunitas keagamaan di seluruh wilayah Jawa Timur.