Surabaya – Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan rapat pengurus pada hari Kamis, 10 September 2026. Rapat strategis ini membahas sejumlah agenda penting guna mengoptimalkan peran kelembagaan dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus menyoroti pentingnya membangun sinergi yang kuat dengan berbagai lembaga negara, salah satunya adalah Pengadilan Tinggi Agama (PTA). Langkah kerja sama ini dinilai krusial sebagai modal awal untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat luas terhadap eksistensi dan legalitas Basyarnas sebagai lembaga penyelesaian sengketa resmi yang bernaung di bawah MUI.
Selain penguatan sinergi eksternal, rapat ini juga mematangkan rencana transformasi digital Basyarnas MUI Jawa Timur. Pengurus sepakat untuk segera melakukan pembaruan pangkalan data kepengurusan dan meluncurkan situs web resmi baru yang terintegrasi langsung dengan sistem MUI. Kehadiran portal digital ini diharapkan dapat mempermudah akses informasi publik, memperkuat citra kelembagaan, serta memperjelas alur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendaftaran perkara.
Agenda lain yang menjadi fokus pembahasan adalah perluasan program sosialisasi. Basyarnas MUI Jawa Timur merencanakan rangkaian silaturahmi ke berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Agama, instansi perbankan, pondok pesantren, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan Islam. Upaya jemput bola ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai kewenangan lembaga, sekaligus menegaskan bahwa sengketa perdata ekonomi syariah dapat diselesaikan dengan prinsip musyawarah melalui jalur arbitrase.
Guna menjamin ketepatan dan profesionalisme layanan, forum rapat turut merumuskan pelaksanaan program pelatihan serta sertifikasi bagi para arbiter dan mediator syariah. Pelatihan ini rencananya akan terus digencarkan guna memaksimalkan transfer keilmuan dan menjaga standar mutu para praktisi penyelesaian sengketa.
Rapat pengurus yang berlangsung interaktif tersebut ditutup dengan pembacaan doa bersama. Seluruh jajaran optimistis bahwa kepengurusan Basyarnas MUI Jawa Timur periode ini dapat bergerak lebih progresif, solid, dan senantiasa memberikan kemaslahatan bagi umat dalam mewujudkan keadilan ekonomi syariah.










