Surabaya, MUI Jatim
Ketu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Prof. Dr. H. Mas’ud Said menjelaskan Islam berkembang pesat di berbagai penjuru dunia. Hal itu ia sampaikan saat mengisi Ngaji Ngabuburit di Masjid Nasional Al-Akbar, Kamis (20/03/2024) sore.
“Jumlah umat Islam di dunia saat ini menurut google 1,7 milliar, Nasrani 2,2 dan hindu 1,2 milliar. Paling banyak umat Islam adalah Indonesia,” katanya.
Oleh karena itu, umat di dunia sangat menunggu ilmu, spiritual, kedermawanan, sumbangan teknologi dari umat Islam Indonesia.
“Dan yang terpenting adalah generasi muda umat Islam harus bangkit dengan memiliki ketekunan dan kualitas pengetahuannya baik agar derajat umat Islam diangkat oleh Allah,” ujarnya.
Dijelaskan saat ini 31 persen penduduk Indonesia adalah anak muda. Generasi muda yang Islami adalah tidak hanya yang beragama Islam tapi akhlaknya baik, shalat shubuhnya diawali dengan qobliah dan ba’diyah, sopan kepada orang tua dan masyarakat.
“Generasi muda yang Islami jauh dari narkoba, sekolah dan ngajinya bagus sert aterampil. Bisa menginsiprasi temannya walau di kelompok kecil,” terangnya.
Kemajuan dunia Islam saat ini bisa dilihat pula melalui banyaknya perkembangan masjid di berbagai dunia. Saat ini di Landon, Inggris sudah ada ratusan masjid baru. Ada Masjid Islamic Center yang dibangun dengan biaya patungan umat Islam di sana.
“Masjid yang jadi Islamic Center di Inggris ini awalnya adalah sinagog. Kemudian dijual ke orang Nasrani untuk dijadikan gereja. Baru dua tahun lalu sudah dijual dan dibeli orang umat Islam kemudian dijadikan masjid,” tuturnya.
Di Kota New York, Amerika juga sudah ada Islamic Center. Di Masjid diisi oleh para ilmuan dan orang kaya. Saat bulan Ramadhan seperti saat ini banyak orang masuk Islam dengan melantunkan dua kalimat syahadat di masjid ini.
“Di Spanyol juga berkembang peradaban Islam. Ada Istana Alhambra terletak di titik paling strategis Kota Granada,” tandasnya.












