MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Tanya Jawab Islam

Ihyaul-Mawat Atas Tanah Negara

OlehAdmin
Jumat, 25 Apr 2025 - 12:53 WIB
Ilustrasi ekosistem tanah. (Foto: MUI/terjemah kitab kuning))
ShareTweetSend

Pertanyaan:

Apakah tanah tidak berpenghuni atau mawat yang sudah di ambil alih atas nama negara, jika ingin mengelolanya dengan izin negara masih disebut ihyaul mawat?

Zaky, Malang

 

Jawaban:

Saudara Zaky yang berbahagia,

Semua jenis tanah yang ada di bawah kekuasaan Negara harus ada izin dari Negara. Oleh karenanya tanah tersebut tidak bisa dikuasai dengan pola ihyaul mawat (menghidupkan  tanah mati) karena tidak memenuhi syarat ihyaul mawat. Hal ini sesuai dengan keterangan dalam al-Qur’an surat al-Nisa’ 59,  Fath al-Qarib 1/200 dan Al-Fiqh al-Islami wa Adzillatuh 5/518.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, RasulNya dan ulil amri (pemegang kekuasaan).” al-Nisa’ [4]: 59.

(وإحياء الموات جائز بشرطين)…..  (و) الثاني (أن تكون الأرض حرة لم يجز عليها ملك لمسلم) وفي بعض النسخ أن تكون الأرض حرة والمراد من كلام المصنف أن ما كان معموراً، وهو الآن خراب فهو لمالكه إن عرف مسلماً كان أو ذمياً ولا يملك هذا الخراب بالإحياء فإن لم يعرف مالكه والعمارة إسلامية فهذا المعمور مال ضائع الأمر فيه لرأي الإمام في حفظه أو بيعه وحفظ ثمنه

Artinya: “Menghidupkan tanah mati diperbolehkan dengan dua syarat….. Syarat kedua, tanah tersebut adalah tanah bebas yang tidak pernah dimiliki oleh seorang Muslim). Dalam sebagian naskah disebutkan: “bahwa tanah tersebut adalah tanah bebas,” dan maksud dari perkataan mushannif (penyusun kitab) adalah bahwa tanah yang sebelumnya telah dibangun dan dimakmurkan lalu menjadi rusak/terbengkalai, maka tanah tersebut tetap milik pemiliknya—baik ia seorang Muslim maupun non Muslim dan tidak bisa dimiliki melalui proses ihya’ (menghidupkan). Namun, jika pemiliknya tidak diketahui dan dulunya tanah itu dibangun oleh seorang Muslim, maka tanah tersebut dianggap sebagai harta yang hilang, dan keputusan pengelolaannya diserahkan kepada pertimbangan imam—apakah ia akan menjaganya atau menjualnya lalu menyimpan hasil penjualannya.” Fath al-Qarib 1/200.

وكذلك يحق للدولة التدخل في الملكيات الخاصة المشروعة لتحقيق العدل والمصلحة العامة، سواء في أصل حق الملكية، أو في منع المباح وتملك المباحات قبل الإسلام وبعده إذا أدى استعماله إلى ضرر عام،……. ومن هنا يحق لولي الأمر العادل أن يفرض قيوداً على الملكية في بداية إنشائها في حال إحياء الموات، فيحددها بمقدار معين، أو ينتزعها من أصحابها مع دفع تعويض عادل عنها إذا كان ذلك في سبيل المصلحة العامة للمسلمين

Baca juga   Permudah Layanan Konsultasi Keagamaan, MUI Lamongan Luncurkan Halo MUI

Artinya: “Demikian pula, negara berhak untuk campur tangan dalam kepemilikan pribadi yang sah guna mewujudkan keadilan dan kemaslahatan umum, baik dalam hal asal hak kepemilikan itu sendiri, maupun dalam hal melarang hal-hal yang mubah (diperbolehkan) serta menguasai barang-barang mubah, baik sebelum Islam maupun setelahnya, apabila penggunaannya menimbulkan kerugian bagi masyarakat umum. Oleh karena itu, penguasa yang adil berhak menetapkan batasan atas kepemilikan saat awal pembentukannya, seperti dalam kasus menghidupkan tanah mati (ihya’ al-mawat), yakni dengan menentukan batas maksimum kepemilikan, atau bahkan mengambil alih tanah tersebut dari pemiliknya dengan memberikan kompensasi yang adil, jika hal itu dilakukan demi kepentingan umum kaum Muslimin.”Al-Fiqh al-Islami wa Adzillatuh 5/518.

Topik: halo MUI

Artikel Terkait

Balut Filipina. (Foto: Umroh Halal)

Balut Filipina

07/10/2025

Pertanyaan: Bagaimana hukum makanan balut Filipina menurut fatwa MUI? Novi Widiyana, Sidoarjo   Jawaban: Saudari...

Orang tua sedih. (Foto: Tribun Belitung)

Persaudaraan Matahari

01/10/2025

Pertanyaan: Adik ipar saya perempuan berumur 30 tahun lulusan S1 perguruan tinggi negeri Surabaya belum...

Makam non muslim. (Foto: Antara News)

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

30/09/2025

Pertanyaan: Bagaimanakah hukum mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita atas kematian non muslim seperti Paus...

Ilustrasi COD. (Foto: SAP Xpress)

Pembayaran Sistem COD

20/09/2025

Pertanyaan: Bagaimana hukum sistem pembayaran COD di marketplace jual beli online dengan fiturnya yang tersedia...

Ilustrasi. (Foto: Detik.com)

Rabu Wekasan

18/09/2025

Pertanyaan: Bagaimana tanggapan MUI tentang rabu wekasan? Moh. Fazal Muttaqun, Blitar.   Jawaban: Saudara Moh....

Bersalaman dengan Ibu Guru

Bersalaman dengan Ibu Guru

17/09/2025

Pertanyaan: Bagaimana hukum menyentuh/bersalaman kepada guru perempuan masa kecil setelah dewasa? Heru, Probolinggo   Jawaban:...

Shalat. (Foto: MUIJ/Jadwal Shalat Digital)

Shalat Jamak

21/05/2025

Pertanyaan: Assalamu’alaikum pak Kiai mau tanya sebuah  silang pendapat. Saya malam ini dalam perjalanan ke...

Informasi Terbaru

Produk AS Tak Wajib Bersertifikat Halal, MUI Jatim Tegaskan Pentingnya Proteksi Umat

Produk AS Tak Wajib Bersertifikat Halal, MUI Jatim Tegaskan Pentingnya Proteksi Umat

25/02/2026 - 16:04 WIB
Tarawih cepat di Blitar. (Foto: Berita Satu)

Fenomena Tarawih Kilat di Blitar, Ini Penjelasan MUI Jatim

25/02/2026 - 10:50 WIB
Bijak Menggunakan Smartphone, Menjaga Pahala Puasa di Era Digital

Bijak Menggunakan Smartphone, Menjaga Pahala Puasa di Era Digital

24/02/2026 - 16:00 WIB
Hukum Melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Witir

Hukum Melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Witir

23/02/2026 - 15:01 WIB
Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Jatim Ajak Umat Kedepankan Kebersamaan

Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Jatim Ajak Umat Kedepankan Kebersamaan

18/02/2026 - 18:12 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Persaudaraan Matahari

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Fatwa MUI

Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
Fatwa

Rilis 2 : Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Zakat

30/05/2024
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved