SURABAYA, MUIJATIM.OR.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan menggelar acara bertajuk “Tasbih JKN” pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan di Kantor MUI Jawa Timur dan dihadiri oleh jajaran tokoh ulama, pemerintahan, serta ratusan pendakwah.
Acara ini berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dari MUI Pusat, di antaranya Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH. Cholil Nafis, Ph.D., serta Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A. Turut hadir mewakili Gubernur Provinsi Jawa Timur adalah Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Pemprov Jatim, Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si.
Dari lingkungan MUI Jawa Timur, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Komisi Dakwah, Komisi Fatwa, serta komisi dan lembaga MUI Jatim lainnya. Acara ini juga mengundang para ustaz, ustazah, dan dai-daiah dari seluruh lingkungan Surabaya guna memperluas pemahaman terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tengah masyarakat.
Berdasarkan jadwal kegiatan, agenda ini diisi dengan berbagai sesi penting, mulai dari Sambutan Gubernur Jawa Timur, arahan dari Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) BPJS Kesehatan, hingga pemaparan mengenai Aspek Layanan Syariah Program JKN dan Product Knowledge JKN yang dibawakan langsung oleh pihak BPJS Kesehatan.
Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.H., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi ini adalah bentuk nyata dari peran MUI di tengah masyarakat.
“Ini merupakan sinergi yang sangat luar biasa antara MUI maupun BPJS. Fungsi Shodiqul Hukumah (mitra pemerintah) dan Khodimul Ummah (pelayan umat) tampak di sini, di mana berbagai macam persoalan-persoalan terkait dengan BPJS Kesehatan bisa diuraikan dan dijelaskan di sini. Harapannya, masyarakat dan umat bisa tetap konsisten menjaga kesehatan serta mengakses BPJS ini secara benar,” tegas Dr. H. M. Hasan Ubaidillah.
Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya pelibatan para pendakwah dalam menyosialisasikan program kesehatan yang sejalan dengan prinsip syariah ini. Keluhan maupun pertanyaan yang selama ini ada di masyarakat terkait BPJS Kesehatan dapat dijembatani dan dikomunikasikan secara langsung melalui para dai dari Komisi Dakwah maupun komisi lainnya.
“Tentunya saya berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung dan berlanjut untuk ke depannya, agar sinergi ini menjadi poros untuk kebangkitan umat dan wujud bagaimana kita berkontribusi kepada umat,” tutupnya.
Melalui acara “Tasbih JKN” ini, diharapkan para ulama dan pendakwah dapat menjadi perpanjangan tangan yang efektif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga literasi umat mengenai pentingnya jaminan kesehatan yang aman, nyaman, dan sesuai syariat Islam dapat semakin meningkat.












