MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Berita

Panduan Lengkap Puasa Tasu’a dan Asyura: Lafal Niat, Keutamaan, dan Referensi Kitab

OlehAdmin
Rabu, 24 Jun 2026 - 14:42 WIB
Panduan Lengkap Puasa Tasu’a dan Asyura: Lafal Niat, Keutamaan, dan Referensi Kitab
ShareTweetSend

Bulan Muharram menempati kedudukan istimewa dalam Islam sebagai bagian dari bulan-bulan mulia (asyhurul hurum). Di dalam bulan pembuka kalender Hijriyah ini, umat Islam sangat dianjurkan melaksanakan puasa sunnah, di mana puncak keutamaannya berada pada tanggal 25 Juni 2026 / 9 Muharram (Tasu’a) dan 26 Juni 2026 / 10 Muharram (Asyura).

Kedua puasa ini bukan sekadar tradisi, melainkan sunnah langsung dari Nabi Muhammad SAW yang memiliki pertanggungjawaban dalil serta kajian fiqih yang mapan. Berikut adalah panduan spesifik mengenai niat, keutamaan, beserta rujukan kitab kuningnya:

PUASA TASU’A (Tanggal 9 Muharram)

Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari kesembilan bulan Muharram.

Referensi Hadis & Kajian Kitab

  • Dalil Kesunnahannya: Kesunnahannya lahir dari keinginan Rasulullah SAW di akhir hayat beliau, sebagaimana direkam dalam riwayat Ibnu Abbas RA:

    حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Artinya: “Saat Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura` dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.’ Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharam).’ Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, karena Rasulullah SAW wafat.” (HR. Muslim)

  • Hikmah Syariat (Rujukan Kitab): Mengapa Nabi SAW memerintahkan berpuasa di tanggal 9? Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab (juz 6, hlm. 383) menjelaskan bahwa hikmah utama dianjurkannya Puasa Tasu’a adalah sebagai pembeda agar umat Islam tidak serupa dengan ritual kaum Yahudi dan Nasrani yang hanya mengagungkan tanggal 10 Muharram saja.

Baca juga   Makna dan Sejarah Penamaan Hari Tarwiyah dan Arafah serta Keutamaannya

Lafal Niat Puasa Tasu’a

  • Jika niat dibaca pada malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

  • Jika baru berniat pada siang hari (sebelum masuk waktu Dzuhur):

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu’a hari ini karena Allah SWT.”

PUASA ASYURA (Tanggal 10 Muharram)

Puasa Asyura dilaksanakan pada hari kesepuluh Muharram. Ini adalah momen puasa sunnah yang paling diistimewakan oleh Rasulullah SAW di luar bulan Ramadhan.

Referensi Hadis & Kajian Kitab

  • Penebus Dosa Setahun:

    وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

    Artinya: “Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim no. 1162)

  • Kadar Dosa yang Diampuni (Rujukan Kitab): Sangat penting memahami batasan ampunan ini. Imam an-Nawawi dalam kitab al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (juz 8, hlm. 51) menjelaskan bahwa dosa yang diampuni pada hadis tersebut adalah dosa-dosa kecil. Jika hamba tersebut tidak memiliki dosa kecil, maka Allah akan memberikan ganjaran berupa keringanan atas dosa-dosa besarnya, atau pengangkatan derajat di sisi-Nya. Adapun pengampunan dosa besar secara total tetap mensyaratkan pelakunya melakukan Taubat Nasuha.

  • Antusiasme Ibadah Nabi SAW: Tingginya derajat Puasa Asyura digambarkan oleh Ibnu Abbas RA:

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

    Artinya: “Tidak pernah aku melihat Nabi SAW sengaja berpuasa pada suatu hari yang Beliau istimewakan dibanding hari-hari lainnya kecuali hari ‘Asyura’ dan bulan ini, yaitu bulan Ramadan.”(HR. Bukhari)

Lafal Niat Puasa Asyura

  • Jika niat dibaca pada malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt.”

  • Jika baru berniat pada siang hari (sebelum masuk waktu Dzuhur):

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura hari ini karena Allah SWT.”

Catatan Penting Seputar Rukun Niat

Dalam pelaksanaan ibadah puasa sunnah Tasu’a dan Asyura, para ulama memberikan dua penekanan penting terkait rukun niat:

  • Dianjurkan Dilafalkan: Melafalkan teks niat di atas menggunakan lisan sangat dianjurkan guna membantu menghadirkan kesadaran niat di dalam hati.
  • Dispensasi Niat Siang Hari: Jika seseorang di malam hari terlupa berniat, ia diperbolehkan membaca niat pada pagi/siang hari (sebelum tergelincirnya matahari ke barat), dengan satu syarat mutlak: sejak azan Subuh berkumandang, ia belum melakukan satu pun hal yang membatalkan puasa (makan, minum, atau jimak).
Baca juga   MUI Jatim Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan Jiwa Dengan Vaksinasi

Semoga pemaparan dalil dan rujukan kitab ini dapat memantapkan langkah kita dalam menghidupkan sunnah Rasulullah SAW di bulan Muharram. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.

Topik: MUIMUIJatimpuasapuasa sunnahUlama

Artikel Terkait

Kunjungan Kerja MUI Pusat: MUI Jawa Timur Mantapkan Langkah Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Kunjungan Kerja MUI Pusat: MUI Jawa Timur Mantapkan Langkah Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

16/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari...

Sinergi Ulama Madura dan MUI Jatim: Bahas Isu LGBT hingga Fenomena Sosial yang Menggerus Marwah Pesantren

Sinergi Ulama Madura dan MUI Jatim: Bahas Isu LGBT hingga Fenomena Sosial yang Menggerus Marwah Pesantren

14/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Pada hari Senin, 13 Juli 2026, Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI)...

Jaga Kualitas Generasi Emas 2045, MUI Jatim Beri Catatan Kritis Terhadap Program MBG

Jaga Kualitas Generasi Emas 2045, MUI Jatim Beri Catatan Kritis Terhadap Program MBG

14/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur memberikan pandangan strategis sekaligus...

Prof. Abd Halim Soebahar Resmi Pimpin MUI Jatim: Perkuat Dakwah Digital dan Sinergi Lintas Sektor

Prof. Abd Halim Soebahar Resmi Pimpin MUI Jatim: Perkuat Dakwah Digital dan Sinergi Lintas Sektor

13/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2030, Prof....

Gubernur Khofifah Soroti Krisis Sosial di Jatim pada Pengukuhan MUI 2025-2030, Ajak Ulama Adaptasi Dakwah Digital

Gubernur Khofifah Soroti Krisis Sosial di Jatim pada Pengukuhan MUI 2025-2030, Ajak Ulama Adaptasi Dakwah Digital

13/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Dalam rangkaian acara Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa...

Pengukuhan Pengurus MUI Jatim 2025-2030: Memperteguh Sinergi Ulama-Umara dan Menjaga Kedaulatan Bangsa

Pengukuhan Pengurus MUI Jatim 2025-2030: Memperteguh Sinergi Ulama-Umara dan Menjaga Kedaulatan Bangsa

12/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Rangkaian acara Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur Masa...

Perkuat Harmoni Beragama, Komisi KUB MUI Jatim Gelar Silaturahmi dan Raker Perdana

Perkuat Harmoni Beragama, Komisi KUB MUI Jatim Gelar Silaturahmi dan Raker Perdana

08/07/2026

SURABAYA, MUIJatim — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur melalui Komisi Kerukunan Antar Umat...

Informasi Terbaru

Kunjungan Kerja MUI Pusat: MUI Jawa Timur Mantapkan Langkah Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Kunjungan Kerja MUI Pusat: MUI Jawa Timur Mantapkan Langkah Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

16/07/2026 - 19:59 WIB
Sinergi Ulama Madura dan MUI Jatim: Bahas Isu LGBT hingga Fenomena Sosial yang Menggerus Marwah Pesantren

Sinergi Ulama Madura dan MUI Jatim: Bahas Isu LGBT hingga Fenomena Sosial yang Menggerus Marwah Pesantren

14/07/2026 - 15:09 WIB
Jaga Kualitas Generasi Emas 2045, MUI Jatim Beri Catatan Kritis Terhadap Program MBG

Jaga Kualitas Generasi Emas 2045, MUI Jatim Beri Catatan Kritis Terhadap Program MBG

14/07/2026 - 11:14 WIB
Prof. Abd Halim Soebahar Resmi Pimpin MUI Jatim: Perkuat Dakwah Digital dan Sinergi Lintas Sektor

Prof. Abd Halim Soebahar Resmi Pimpin MUI Jatim: Perkuat Dakwah Digital dan Sinergi Lintas Sektor

13/07/2026 - 13:54 WIB
Gubernur Khofifah Soroti Krisis Sosial di Jatim pada Pengukuhan MUI 2025-2030, Ajak Ulama Adaptasi Dakwah Digital

Gubernur Khofifah Soroti Krisis Sosial di Jatim pada Pengukuhan MUI 2025-2030, Ajak Ulama Adaptasi Dakwah Digital

13/07/2026 - 11:06 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Bersalaman dengan Ibu Guru

Fatwa MUI

Fatwa

MUI Jatim Terbitkan Fatwa Haram Penyalahgunaan Vape untuk Narkotika dan Konsumsi di Ruang Publik

08/07/2026
Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved