SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Dewan Pimpinan dengan agenda utama Tasyakuran Milad MUI ke-51 sekaligus peluncuran (launching) Majalah “ULAMAUNA”. Acara ini dilangsungkan pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Gedung MUI Jawa Timur.
Rapat penting ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran Dewan Pimpinan MUI Jatim. Tampak hadir Ketua Umum MUI Jatim Prof. Dr. K.H. Abdul Halim Subahar, M.A., beserta jajaran Wakil Ketua Umum yakni Prof. K.H. Ahmad Muzaki, Dr. K.H. Abdullah Syamsul Arifin, dan Prof. Dr. K.H. Muhammad Tohir Luth. Turut hadir pula Sekretaris Umum, Bendahara Umum, jajaran Ketua, serta pimpinan Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Komdigi) beserta tim teknis pengelola Majalah Ulamauna.
Agenda utama dalam kegiatan ini adalah peluncuran Majalah “ULAMAUNA” yang mengusung tagline “Gerbang Wasatiyah Jawa Timur”. Majalah ini dirancang secara inovatif sebagai jembatan informasi antara generasi milenial dan “kolonial” dengan memadukan format cetak dan elektronik. Salah satu keunggulan majalah ini adalah penggunaan barcode di berbagai halamannya, yang memungkinkan pembaca memindai dan langsung mengakses dokumen PDF lengkap, seperti rubrik fatwa maupun rekomendasi pengurus.
Ketua Umum MUI Jatim, Prof. Abdul Halim Subahar, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja tim pengelola yang dinilai profesional dan melebihi ekspektasinya. “Saya sangat bersyukur majalah ini sudah terbit dengan kesederhanaan, tapi banyak hal-hal baru yang melebihi ekspektasi saya. Kajian tentang wasatiyah (di dalamnya) sangat dalam, sangat detail, dan sangat komprehensif. Ini merupakan kekuatan tersendiri bagi MUI Jawa Timur,” ungkapnya dalam memberikan arahan. Beliau juga menyetujui komitmen pengelola agar majalah ini dapat diterbitkan secara rutin setiap bulan.
Lebih lanjut, momentum peluncuran majalah ini juga menandai langkah maju MUI Jatim di era digital dengan digagasnya inovasi “MUI AI Corner” oleh Komdigi. Program berbasis Kecerdasan Buatan (AI) ini diinisiasi untuk memproduksi konten-konten dakwah visual yang relevan bagi Generasi Z. Menanggapi tantangan era modern ini, Prof. Halim menekankan pentingnya peran aktif ulama di ruang digital. “Banyak hal yang terkait dengan tren perubahan dan ekspektasi masyarakat yang harus bisa direspons oleh Majelis Ulama, karena Majelis Ulama itu hadir dalam rangka menjamin kemaslahatan. Masyarakat dan generasi mendatang itu akan lebih maslahat kalau ada panduan-panduan dari MUI,” tegasnya.
Selain perayaan milad dan peluncuran majalah, rapat tersebut juga membahas rencana-rencana strategis MUI Jatim ke depan. Beberapa agenda prioritas yang dibahas meliputi persiapan halakah untuk memberikan masukan komprehensif terhadap Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) serta rencana penyelenggaraan “Festival Halal” untuk merangkul para pelaku industri terkait.
Rangkaian acara ditutup dengan khidmat melalui prosesi pemotongan tumpeng dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum, menandai harapan besar bagi kiprah MUI Jatim dalam membimbing dan melayani umat ke depannya.










