Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Kantor MUI Jatim, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari koordinasi penguatan ketahanan keluarga serta sosialisasi program Aksi Keluarga Indonesia dengan konsep Asta Mantra Keluarga.
Ketua MUI Jawa Timur, H. Ainul Yaqin, M.Si., Apt, dalam sambutannya menyampaikan komitmen MUI untuk mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga, terutama melalui pendekatan keagamaan dan nilai moral.
“MUI siap bersinergi dengan Kemenko PMK dalam menyebarluaskan kebijakan penguatan keluarga mulai dari lapisan terkecil, seperti RT dan RW. Keluarga adalah benteng utama yang harus dijaga dari ancaman degradasi moral dan sosial,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga, kegiatan ini juga diarahkan untuk menindaklanjuti kerja sama MUI dengan Kemenko PMK dalam menyosialisasikan kebijakan ketahanan keluarga dan pencegahan pornografi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal penguatan gerakan keluarga yang berdaya, sehat, dan berakhlak,” harapnya.
Senada dengan itu, Dr. Udji Asiyah, Dra., M.Si., Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PPRK) MUI Jatim, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga agama, pendidikan, dan masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai ketahanan keluarga.
“Kami akan mengintegrasikan gerakan Asta Mantra Keluarga ke dalam kegiatan PPRK, agar pesan penguatan keluarga dapat tersampaikan secara masif,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Kemenko PMK menyosialisasikan delapan poin Asta Mantra Keluarga yang menjadi pedoman penguatan keluarga Indonesia, yaitu:
- Kurangi Screen Time, Perbanyak Green Time: Mengajak keluarga menjelajahi alam untuk menumbuhkan kesehatan fisik, sosial, dan spiritual.
- Bangun Kota & Desa yang Liveable dan Loveable: Mendorong ruang publik ramah keluarga dan lingkungan sehat.
- Orang Tua Jadi Pengasuh Efektif: Menegaskan peran orang tua secara fisik dan emosional dalam mendampingi anak di era digital.
- Hidupkan Nilai Agama dan Akhlak Mulia: Menanamkan nilai agama sebagai benteng moral keluarga.
- Lestarikan Budaya Luhur Bangsa: Mendidik anak agar berkarakter dan bangga terhadap budaya bangsa.
- Aktifkan Solidaritas Ketetanggaan: Membangun lingkungan rukun dan peduli untuk memperkuat ketahanan keluarga.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Sinergi pemerintah, lembaga agama, sekolah, dan masyarakat dalam memperkuat gerakan keluarga.
- Manfaatkan Digital untuk Koordinasi: Menggunakan teknologi secara bijak untuk memperkuat literasi digital dan kolaborasi keluarga.












