MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Bayan

Ramadhan, Internalisasi Ukhuwah Untuk Bangsa

Dr. Lia Istifhama, M.E.I. (Wakil Sekretaris MUI Jatim)

OlehMUI Jatim
Rabu, 13 Apr 2022 - 08:00 WIB
Ramadhan, Internalisasi Ukhuwah Untuk Bangsa
ShareTweetSend

Dalam Kitab Al Hikam karya Ibnu Atha’illah Al Iskandari, diterangkan nasehat: “Janganlah kalian saling mendeki, janganlah saling memarahi, janganlah saling menghindar. Jadilah kalian semua, wahai hamba Allah, sebagai saudara”.

Pesan menjaga persaudaraan seperti yang disampaikan Ibnu Athaillah, banyak diulas di dalam Al-Qur’an maupun Hadis. Dan di negara kita sendiri, pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan, telah tegas direlevansikan dengan hubungan anak bangsa. Hal ini disampaikan oleh KH M Hasyim Asy’ari pada medio 1936 sebagai bentuk menyikapi perselisihan para ulama’ terkait khilafiyah dan furu’iyah (perbedaan pendapat).

“Janganlah kalian jadikan perdebatan itu menjadi sebab perpecahan, pertengkaran dan permusuh-musuhan…. Ataukah kita teruskan perpecahan, saling menghina dan menjatuhkan; saling mendengki kembali kepada kesesatan lama? Padahal agama kita satu: Islam. Madzab kita satu: (Imam) Syafi’i. Daerah kita juga satu: Indonesia (waktu itu sebutannya, Jawa).”

Nasehat-nasehat tersebut sangat jelas sebagai pengingat agar sesama mukmin menjaga ukhuwah, yang hal ini bertujuan mempererat persaudaraan sesama mukmin maupun sesama generasi bangsa. Dalam Islam, momentum spirit persaudaraan (ukhuwah) sesama anak bangsa adalah saat menyatunya sahabat Anshar dengan Muhajirin.

Pada saat itu, 12 Ramadhan tahun pertama setelah hijrah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kedua kaum tersebut sebagai sesama saudara mukmin yang kemudian bersatu padu melawan kafir pada perang Khandaq.

Potret persaudaraan mereka dijelaskan dalam kitab Shahih Bukhari hadis nomor 2704:

“Dari Anas r.a, dia berkata: Rasulullah SAW berangkat ke Khandaq (parit). Ketika itu orang-orang Muhajirin dan Anshar menggali di pagi yang dingin, di antara mereka tidak ada hamba sahaya yang bekerja demikian untuk mereka. Ketika beliau melihat kelelahan dan lapar pada mereka, beliau bersabda: “Wahai Allah, sesungguhnya kehidupan itu adalah kehidupan akhirat, maka ampunilah orang-orang Anshar dan Muhajirin.” Mendengar sabda Rasulullah, mereka pun menjawab: “Kami adalah orang-orang yang berbai’at kepada Muhammad untuk berjihad selama kita masih (hidup) selama-lamanya.”

Baca juga   Halal Bi Halal, Penyempurna Pelebur Dosa

Dalam kehidupan di masa sekarang, seyogyanya potret persaudaraan yang telah dicontohkan pada bulan Ramadhan saat itu, dapat diteladani dengan baik demi kelangsungan negeri kita sendiri. Semangat perdamaian dan cinta kasih dalam bulan suci ini, akan menjadi investasi kebaikan yang besar bagi anak cucu kita kelak.

Hikmah dari persaudaraan, bukan hanya menjadi modal sosial atau solidaritas yang bermanfaat bagi sesam manusia, namun juga bagian dari refleksi penghambaan diri pada Allah SWT melalui penerapan ibadah mu’amalah. Dalam Islam, dijelaskan pentingnya internalisasi diri bahwa sesama orang mu’min bagaikan anggota tubuh, sesuai kitab Shahih Bukhari hadis nomor 5703 dijelaskan:

Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kamu melihat orang-orang mu’min dalam kasih sayang, cinta mencintai dan belas kasih mereka seperti tubuh. Apabila tubuh itu mengaduh karena salah satu anggota badan (sakit), maka seluruh tubuh itu memanggilnya dengan jaga dan (dari) demam.”

Dengan begitu, jika sesama manusia menyadari bahwa semuanya merupakan saudara, maka hubungan sosial pun terjalin kuat dan sebaliknya, menghindari segala perilaku yang menyakiti sesama saudaranya, terlebih sesama anak bangsa.

Terlebih, kita yang terlahir dalam sebuah bangsa, secara otomatis memiliki sejarah dengan nenek moyang sesama anak bangsa lainnya. Bisa jadi pun, kita pun berkerabat dengan pertalian nasab pendahulu. Dan dalam hadis telah diterangkan:

“Pelajarilah dari nasab-nasabmu apa yang kamu dapat bersilaturrahim dengannya, karena sesungguhnya silaturahim itu menyenangkan keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad, Kitab Al-Jami’us Shaghier, hadis nomor 3319).

Pada akhirnya, marilah kita jadikan bulan Ramadhan sebagai cahaya atas internalisasi ukhuwah kita pada sesama anak bangsa. Tentunya kita pun berharap menjadi bagian dari golongan yang dirindukan surga, seperti yang diterangkan dalam Kitab Durratun Nasihin, dinukil dari Raunaqul Majalis:

Baca juga   Disuntik Vaksin Babi?

“Surga itu rindu kepada empat orang: Orang yang membaca Al-Quran, orang yang menjaga lidahnya, orang yang memberi makan kepada mereka yang kelaparan, dan orang orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan.”

Semoga dengan mengisi sisa umur kita dengan peningkatan penghambaan diri melalui membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, bersedekah, dan berpuasa, sejatinya menjadi alasan kita dipertemukan Surga. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Artikel Terkait

Profil Prof. Abd. Halim Soebahar, Ketua Umum MUI Jatim 2025-2030

22/04/2026

Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, M.A. merupakan salah satu ulama dan akademisi terkemuka di...

Momen Haru, Kiai Mutawakkil Sampaikan Pesan Mendalam di Akhir Kepemimpinanya

Momen Haru, Kiai Mutawakkil Sampaikan Pesan Mendalam di Akhir Kepemimpinanya

21/04/2026

Surabaya, MUI Jatim KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan pesan penuh haru dalam momentum Rapat...

Nakhodai MUI Jatim, Prof Halim Sampaikan 3 Hal Penting

Nakhodai MUI Jatim, Prof Halim Sampaikan 3 Hal Penting

21/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar ditetapkan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama...

Rapat Paripurna MUI Jatim Tetapkan Prof. Abd Halim Soebahar sebagai Ketua Umum Baru

Rapat Paripurna MUI Jatim Tetapkan Prof. Abd Halim Soebahar sebagai Ketua Umum Baru

20/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Paripurna di Kantor...

Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Bimtek Pemotongan Hewan dan Pelaporan Audit secara Daring

Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Bimtek Pemotongan Hewan dan Pelaporan Audit secara Daring

20/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis...

MUI Keluarkan 10 Taujihat, Serukan Keadilan dan Perdamaian Dunia

MUI Keluarkan 10 Taujihat, Serukan Keadilan dan Perdamaian Dunia

16/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 10 poin taujihat yang dibacakan oleh 10...

MUI Jawa Timur Jadi Rujukan, MUI DKI Jakarta Pelajari Tata Kelola dan Sistem Kelembagaan

MUI Jawa Timur Jadi Rujukan, MUI DKI Jakarta Pelajari Tata Kelola dan Sistem Kelembagaan

13/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menerima kunjungan MUI DKI Jakarta dalam...

Informasi Terbaru

Profil Prof. Abd. Halim Soebahar, Ketua Umum MUI Jatim 2025-2030

22/04/2026 - 18:00 WIB
Momen Haru, Kiai Mutawakkil Sampaikan Pesan Mendalam di Akhir Kepemimpinanya

Momen Haru, Kiai Mutawakkil Sampaikan Pesan Mendalam di Akhir Kepemimpinanya

21/04/2026 - 12:00 WIB
Nakhodai MUI Jatim, Prof Halim Sampaikan 3 Hal Penting

Nakhodai MUI Jatim, Prof Halim Sampaikan 3 Hal Penting

21/04/2026 - 10:30 WIB
Rapat Paripurna MUI Jatim Tetapkan Prof. Abd Halim Soebahar sebagai Ketua Umum Baru

Rapat Paripurna MUI Jatim Tetapkan Prof. Abd Halim Soebahar sebagai Ketua Umum Baru

20/04/2026 - 14:08 WIB
Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Bimtek Pemotongan Hewan dan Pelaporan Audit secara Daring

Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Bimtek Pemotongan Hewan dan Pelaporan Audit secara Daring

20/04/2026 - 12:51 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Bersalaman dengan Ibu Guru

Fatwa MUI

Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
Fatwa

Rilis 2 : Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Zakat

30/05/2024
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved