Surabaya, MUIJatim.or.id
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat konsolidasi dengan para dai daiyah di Jawa Timur untuk mempersatukan umat dalam kegiatan Diseminasi Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia dan Multaqa Duat Jawa Timur di Surabaya, Kamis (08/09/2022). Kegiatan ini dirangkai dengan dekarasi dai untuk dakwah menyatukan dan memperkokoh umat dalam kebinekaan.
Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis mengatakan bahwa deklarasi ini untuk menyatukan para dai daiyah agar ada persamaan persepsi dalam etika dakwah di masyarakat.
“Kita ingin menyatukan para pendakwah untuk merajut ukhuwah yang akan kita deklarasikan. Pada proses perkembangan zaman nanti lembaga dakwah yang ada di masyarakat ataupun instansi poitik akan kita ubah dalam bingkai dan frame yang sama. Awal ini akan kita lakukan di Jawa Timur,” katanya, Kamis (08/09/2022).
Menurutnya, dakwah saat ini telah mengalami dinamika yang sangat pesat dengan berbagai bantuan teknologi dan kreativitas yang tak terbatas.
“Boleh pola dan modelnya berbeda tapi muaranya adalah membangun keislaman yang inspiratif, kreatif sekaligus bagaimana membangun persatuan. Itu yang harus kita jalani bersama,” ungkapnya.
Deklarasi Dai
Untuk Dakwah Menyatukan dan Memperkokoh Umat dalam Kebinekaan
Bismillahir Rahmanir Rahim, shalawat salam semoga tercurah pada Nabi Muhammad SAW, Keluarga, dan Sahabat-sahabatnya. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu perbaikilah hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya”. (Al-Hujurat, 49:10).
Kami Dai-daiyah Nusantara, dengan ini menyatakan:
- Siap mendakwahkan Islam ala ahlissunnah wal jamaah.
- Siap selalu berdakwah untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat untuk teaknya izzul Islam wal muslimin.
- Siap berdakwah untuk merajut ukhuwwah Islamiyah, basyariyah dan wathoniyah.
- Siap selalu berdakwah dengan mengedepankan sikap toleransi baik dalam internal umat Islam, dengan pemeluk agama lain dan dengan umaro.
- Siap berdakwah untuk membangun kedewasaan umat dalam berpolitik, sehingga politik tidak menjadi sebab perpecahan umat dan perpecahan bangsa.
- Siap berdakwah menolak segala bentuk ekstrimisme, radikalisme dan terorisme baik verbal maupun fisik yang dapat menjadi sumber perpecahan dan konflik di kalangan sesama anak bangsa;
- Siap berperan aktif dalam memberikan inspirasi, membina, dan memberikan teladan bagi umat;
- Siap bersinerji dengan semua lembaga baik negeri maupun swasta demi terciptakan dakwah yang menyejukkan, mengedepankan akhlakul karimah dan uswah hasanah dalam rangka terciptanya keamanan, kenyamanan dan kedamaian serta kesejukan.
- Berkomitmen berdakwah dengan pedoman dakwah Islam dan siap mendapat arahan dan bimbingan Majelis Ulama Indonesia.












