Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur kembali menggelar kegiatan bertajuk Training of Trainer Dai MUIlineal MUI Jatim dengan tema “Islam wasathy sebagai pedoman pengembangan kehidupan dan beragama”, di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Sabtu, (27/11/2021). Hadir dalam giat ini Pengurus Harian MUI Jatim, Dr. KH. Hasan Ubaidillah, pengurus MUI Jawa Timur, dan peserta dai muda se Jawa Timur.
KH. Hasan Ubaidillah, dalam sambutannya mengatakan saat ini kita tengah memasuki era disrupsi. “Dulu semua dilakukan secara manual sekarang dilakukan secara digital dan itu berimbas kepada kehidupan keagamaan,” ujarnya.
Ia menyampaikan dakwah dan informasi sekarang ini ada yang benar menjadi tidak benar dan yang tidak benar seolah benar. “Banyak hoax disebarkan, opini bisa dibentuk dan dikondisikan, lalu bagaimana kita menghadapi tantangan tersebut,” lanjutnya.
Pria berkacamata ini menyinggung isu kalau MUI mau dibubarkan. “Kalau MUI dibubarkan siapa yang akan menjadi perekat elemen bangsa, dibentuknya rumah besar MUI adalah untuk menjadi mitra pemerintah dan pengayom ummat,” kata ia. Menurutnya hal tersebut diatas bisa diatasi bila kaum milineal paham IT, moderat dan berislam secara wasathiyah, berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan KH. M. Sururi menjelaskan giat ini merupakan tindak lanjut evaluasi raker di hotel whyndam.
“Hari ini ada dua kegiatan di Grand Darmo dan di Balai Diklat Keagamaan Surabaya serta ada 6 komisi yang tergabung di acara ini,” jelasnya.
Mengenai peserta memang dibatasi maksimal 30 tahun yang mencerminkan kaum milenial, karena mereka yang akan aktif meneruskan estafet MUI untuk membekali mereka sebagai da’i dimasa depan.
Sebagai informasi, materi yang disampaikan dalam giat ini adalah Aplikasi Dakwah Rasulullah di Era Milenial oleh KH. Dr. Ilhamullah Sumarkan dan Moderasi Beragama oleh Dr. KH. Nahe’i dari Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama dengan moderator Laidia Maryati. Selain itu juga di sampaikan materi Memahami Fatwa MUI tentang Jihad oleh Komisi Fatwa, Praktik Baik Islam Wasathiyah olehK omisi Penelitian, Pengkajian dan Pelatihan, Literasi Digital untuk Kader Islam Wasathiyah oleh
Komisi Informasi dan Komunikasi, Jaringan Radikalisme Internasional oleh Komisi Hubungan Luar Ngeri dan Kerjsama Internasional serta Edukasi Islam Wasathiyah dari Komisi Pendidikan. (lai)













