MUI JATIM – Komisi Pendidikan dan Kebudayaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menggelar webinar Klinik Pendidikan. Pada seri ke-7 Senin (14/03/2022) ini ,tema yang dibahas adalah ‘Implementasi Merdeka Belajar di Sekolah dan di Rumah,’.
Kurikulum menjadi sesuatu yang penting dalam dinamika pendidikan di Indonesia. Kurikulum baru ini diharap akan memberi warna baru untuk dunia pendidikan Indonesia. Bagaiaman output anak didik terkait erat dengan kurikulum yang disipakan.
“Implementasi merdeka belajar itu apakah akan menjadi dampak yang signifikan di dalam proses dan hasil pendidikan. Mari kita pelajari bersama dengan narasumber yang hadir,” kata H Turnan Yani selaku ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan MUI Jatim.
Lutfi Isa Anshori Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo dan Surabaya pada kesempatan ini menjadi narasumber pertama. Ia mengantikan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi yang semula direncanakan hadir.
“Perubahan zaman memerlukan penyesuaiaan. Kita tidak bisa menolak dan menghindar dari perubahan itu. Tetapi bagaimana kita bisa mengatasi tantangan-tantangan di zaman yang terus berubah,” katanya saat mengawali uraiannya.
Luffi melihat perkembangan budaya dan semakin cepatnya arus digital menjadi ancaman nyata bagi anak-anak. Oleh karena itu pemerintah membuat kurikulum dengan menyesuaikan bahan ajar yang bisa mengatasi tantanan zaman
“Dengan pembelajaran tatap muka, siswa dapat sentuhan-sentuhan emosional dari guru. Ini tidak bisa didapatkan dari pembelajaran daring,” terangnya.
Oleh karena itu perlu kurikulum baru untuk mengejar ketertinggalan yang disebabkan oleh pembelajaran daring. Kurikulum saat ini adalah strukturnya kurang fleksibel, jam pelajaran ditentukan per minggu.
“Sementara arah kurikulum yang baru adalah struktur kurikulum yang fleksibel, jam pelajaran ditargetkan dipenuhi dalam waktu satu tahun,” ujarnya,
Kurikulum saat ini materi terlalu padat. Sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam dan yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, Sementara kurikulum baru akan disiapkan untuk fokus pada materi yang esensial, capaian pembelajaran diatur per fase, bukan pertahun,
Pada kurikulum saat ini, materi pembelajaran yang tersedia kurang beragam sehingga guru kurang leluasa dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual. Kurikulum baru akan memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Pada kurikulum saat ini juga teknologi digital belum digunakan secara sistematis untuk mendukung proses belajar guru melalui berbagai praktik baik.
“Pada kurikulum baru akan disiapkan aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik,” pungkasnya.












