Situbondo, MUIJatim – Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersiap melaju cepat dalam merealisasikan program garapannya. Melalui rapat kerja yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadi Paiton Probolinggo dan pantai Pasir Putih Situbondo pada Sabtu (03/04/2021), KPEU semakin mempertajam fokus yang ingin digarap.
“Fokus bidang garap kami tetap tiga, yaitu pemberdayaan ekonomi pesantren, pendampingan pelaku usaha kecil menengah, dan melahirkan wirausahawan baru sebanyak-banyaknya,” kata Ketua KPEU MUI Jatim, H Noor Shodiq Askandar kepada tim Infokom MUI pada Rabu (07/04/2021).
Pria yang akrab dipanggil Gus Sodiq itu, menuturkan bahwa ketiga bidang tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus karena merupakan sektor riil ekonomi masyarakat. Kalau ketiganya kuat maka perekonomian masyarakat akan kuat. Kalau perekonomian masyarakat sudah kuat, maka perekonomian nasional juga akan kuat dengan sendirinya.
Salah satu bukti serius KPEU dalam programnya, lanjut Gus Sodiq, adalah mendirikan rumah makan di lokasi strategis yang terletak di pinggir jalan nasional Surabaya – Banyuwangi dan di tepi pantai Situbondo.
Usai raker, pengurus KPEU langsung menuju ke lokasi tersebut. Rumah makan memiliki halaman luas dan bangunannya besar. Rumah makan itu nantinya dijadikan unit usaha dengan status hak kelola KPEU MUI Jatim.
“Rumah makan itu nantinya dilengkapi dengan rest area, ruang pameran produk UMKM yang telah bersertifikat halal MUI, dilengkapi ATM dan beberapa unit penunjang lainnya,” ujar Gus Sodiq.
Dalam pengembangannya nanti, lanjut Gus Sodiq, di belakang rumah makan akan disiapkan wisata air, seperti jet ski dan speed boat, sedangkan di seberang jalan, yang beruba hutan dan gunung, akan dibuka wahana wisata seperti flaying fox dan sarana out bond lainnya.
Wakil Ketua KPEU MUI Jatim, KH Abdul Hamid Wahid berharap rencana tersebut segera terealisasi. Karena langkah mendirikan rumah makan dan tempat pameran produk UMKM bersertifikat halal MUI merupakan wasilah menuju tujuan utama, yaitu pemberdayaan ekonomi pesantren, pendampingan pelaku usaha kecil menengah dan melahirkan wirausahawan baru sebanyak-banyaknya.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, yang akrab disapa Gus Wahid ini, berharap pengurus KPEU MUI Jatim terus semangat untuk mengabdi kepada kepentingan umat. Karena masalah apapun yang dihadapi, pasti akan ada jalan, jika diniati untuk kebaikan umat. (*)












