MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Berita

Selamat Ulang Tahun, Kiai Mutawakkil

OlehMUI Jatim
Kamis, 22 Apr 2021 - 04:50 WIB
Selamat Ulang Tahun, Kiai Mutawakkil
ShareTweetSend

Hari ini, Kamis, 22 April 2021, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH., MM. genap berusia 62 tahun. Kiai Mutawakkil, sapaan karib ulama asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini dikenal sebagai sosok yang penuh wibawa. Berkharisma pula. Senyum santun dan sikap tawaduk membuat pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini cukup disegani banyak kalangan.

Selain sikapnya yang begitu lemah lembut kepada siapapun, kiai yang dilahirkan di Pajarakan pada 22 April 1959 ini juga dikenal sebagai pemikir progresif. Banyak terobosan-terobosan penting yang beliau telurkan ketika menjalankan amanat sebagai pengasuh pesantren, pimpinan organisasi, maupun sebagai pelayan umat.

Nama Kiai Mutawakkil sudah tidak asing lagi di masyarakat. Baik masyarakat umum, kalangan ulama hingga para petinggi negara. Apalagi kepribadiannya cukup menyejukkan.

Kiai Mutawakkil adalah putra dari pasangan suami istri KH. Hasan Saifouridzall yang merupakan pengasuh Pesantren Genggong generasi ketiga dan Nyai Hj. Himami Hafshawaty. Sebagai putra dari ulama terkemuka, Kiai Mutawakkil ditempa dalam kehidupan berkarakter Islami. Sosok kiai santun ini begitu teguh menjaga prinsip dan nilai-nilai agama Islam.

Sejak kecil, Kiai Mutawakkil untuk menjadi pribadi yang mandiri, sederhana, mensyukuri apa yang dimiliki. Kemandirian tersebut semakin terbentuk ketika beliau berusia sebelas tahun. Kala itu, beliau mulai menuntut ilmu ke salah satu pesantren yang berada di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Adalah Pesantren Madrasatul Ilmi Syariah asuhan KH. Imam yang menjadi tempat pertama beliau menimba ilmu. Kiai Mutawakkil menimba ilmu di pesantren tersebut selama kurang lebih sembilan bulan.

Selanjutnya, beliau memutuskan untuk mondok di Kediri. Yakni di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo. Kurang lebih sejak tahun 1979 sampai dengan tahun 1981, beliau menimba ilmu di bawah asuhan KH. Marzuki dan KH. Mahrus Ali.

Selepas dari Lirboyo, Kiai Mutawakkil melanjutkan studi ke Fakultas Syariah Universitas Tribakti. Selama di Tribakti, beliau aktif menjadi anggota organisasi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Ketika duduk di bangku semester III, beliau mengambil keputusan penting. Kiai Mutawakkil memutuskan untuk kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Satu tahun di Yogyakarta, Kiai Mutawakkil mendapatkan kesempatan beasiswa untuk menimba Ilmu di Universitas Islam tertua di dunia. Yakni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Di Kairo, Kiai Mutawakkil benar-benar hidup mandiri. Segala pengetahuan yang diajarkan di Indonesia, diterapkan selama tinggal di Mesir. Banyak kesempatan yang beliau manfaatkan untuk mengembangkan diri. Terutama ketika kuliah sedang libur.

Kiai Mutawakkil kerap kali melakukan studi tour ke berbagai wilayah di Eropa. Seperti ke Frankfurt di Jerman, Polandia, hingga Belanda. Selama berada di Eropa, tak sekalipun Kiai Mutawakkil meminta dukungan biaya dari orang tua untuk bekal perjalanan.

Baca juga   MUI Jatim Berikan Penghargaan Kepala Daerah Terbaik kepada Khofifah Indar Parawansa

Banyak waktu yang dimanfaatkan oleh Kiai Mutawakkil untuk belajar, mencari pengalaman baru, hingga mencari biaya hidup dari keringat sendiri. Tujuannya tak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan selama tinggal di Eropa maupun di Mesir. Hal ini beliau lakukan semata-mata agar menjadi pribadi yang mandiri.

Memimpin Pesantren, Memimpin Umat

BERBAGAI pengalaman berharga yang beliau dapatkan selama menimba ilmu di Mesir, serta melanglang buana ke sejumlah Negara di Eropa menjadikan beliau pribadi yang semakin matang. Sepeninggal KH. Hasan Saifouridzall pada tahun 13 Juni 1991, tongkat kepemimpinan Pesantren Zainul Hasan Genggong berada di pundak Kiai Mutawakkil. Kala itu, Kiai Mutawakkil telah berusia 32 tahun.

Selain melanjutkan perjuangan mengasuh pesantren, Kiai Mutawakkil turut aktif berperan sebagai da’i yang membina dan membimbing umat. Pengabdian yang beliau lakukan tidak hanya untuk pesantren semata. Namun juga untuk organisasi Nahdlatul Ulama.

Perjalanan besar karir beliau di Nahdlatul Ulama dimulai saat Pesantren Genggong diminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa pada tahun 1991. Acara tersebut bertepatan dengan peringatan 100 hari wafatnya KH. Hasan Saifouridzall. Berkat kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, acara tersebut sukses.

Karena kesuksesan acara tersebut, setahun berikutnya giliran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang memberikan kepercayaan kepada Pesantren Genggong. Yakni untuk menjadi tuan rumah Konferensi Wilayah (Konferwil) Jawa Timur tahun 1992. Dari konferwil tersebut, terpilihlah KH. Hasyim Muzadi sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur periode 1992-1997.

Pada tahun 1996, Pesantren Genggong kembali dipercaya menghelat acara akbar. Yakni Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI). Kiai Mutawakkil pada momen tersebut berhasil menghadirkan dua tokoh besar yang disebut-sebut berseberangan. Yakni Suharto yang kala itu menjabat sebagai Presiden RI kala itu, serta KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kedua sosok berpengaruh itu sama-sama hadir di Genggong dan bertemu. Pertemuan itu ditandai dengan momen salaman yang fenomenal. Muncullah istilah Salaman Genggong. Peristiwa tersebut menjadi wujud rekonsiliasi (islah) antara pemerintah dan NU.

Pada tahun 2008, Kiai Mutawakkil dipercaya untuk menjadi Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur. Beliau menjabat sebagai dua kali sebagia ketua tanfidziyah. Yakni pada periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Di bawah kepemimpinan Kiai Mutawakkil, PWNU menelorkan sejumlah program penting. Manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat. Salah satunya adalah membidani lahirnya media televisi yang diberi nama TV9 Nusantara. Channel televisi ini menyajikan tontonan-tontonan Islami yang sesuai dengan kebutuhan umat di tengah perkembangan zaman.

Sesuai jargonnya, Santun Menyejukkan, TV9 kini hadir sebagai channel yang menyajikan hal berbeda. Channel ini memiliki ciri khas Islam Ahlussunnah wal Jamaah dalam setiap tayangannya. Seiring berjalannya waktu, channel ini semakin berkembang. Berbagai prestasi silih berganti berdatangan.

Baca juga   Komisi Fatwa MUI Jatim : Menag Tidak Samakan Adzan dan Gonggongan Anjing

Kiai Mutawakkil cukup berperan dalam perkembangan channel ini. Saat ini, Kiai Mutawakkil tercatat sebagai Presiden Komisaris TV9 Nusantara. Jabatan tersebut menunjukkan bahwa ide dan gagasan Kiai Mutawakkil benar-benar berpengaruh sebagai dasar gerak langkah TV9 Nusantara.

Tidak sekali dua Kiai Mutawakkil mengungkapkan gagasannya tentang laju perkembangan zaman yang beriringan dengan pesatnya teknologi digital. Kiai yang kerap mengakhiri pidatonya dengan pantun ini kerap kali menyatakan bahwa NU dan kalangan pesantren harus menyejajarkan posisi dengan perkembangan dunia digital.

Kiai Mutawakkil mendorong NU dan pesantren memanfaatkan media sosial untuk bersyi’ar dan mendakwahkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah. Semakin sering syi’ar dilakukan, maka semakin besar peluang NU dan pesantren untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Pun, Kiai Mutawakkil memberikan perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi umat. Sejumlah program penting dilaksanakan. Di antaranya dengan menginisiasi NU Award Jawa Timur. Program ini diikuti seluruh cabang NU di Jawa Timur. Berbagai aspek menjadi penilaian. Termasuk aspek ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan.

Kini, Kiai Mutawakkil kembali menerima amanah penting. Yakni Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur periode 2020-2025. Ketika memberikan sambutan dalam acara pengukuhan Dewan Pimpinan MUI di Gedung Grahadi Surabaya, Kiai Mutawakkil dengan segala kerendahan hati menuturkan bahwa beliau bukanlah yang terbaik di antara Ulama yang ada di Jawa Timur.

Kiai Mutawakkil meminta seluruh kalangan untuk bersama-sama menjaga harmoni keagamaan dan kebangsaan. Menurut beliau, kekompakan yang terjalin di jajaran MUI harus dijaga, diperkuat, serta dilestarikan demi mewujudkan harmoni di wilayah Jawa Timur. Apalagi, MUI merupakan garda terdepan dalam rangka menjaga Islam washatiyah (Islam yang berimbang dan proporsional) di tengah kebhinnekaan dan keberagaman masyarakat. Di sinilah MUI menjadi mitra yang menjembatani kepentingan masyarakat dan pemerintah.

Kiai Mutawakkil juga meminta agar pengurus MUI menjalankan empat peran MUI dengan baik. Yakni membantu pemerintah melalui instrumen keagamaan, memediasi pemerintah dengan masyarakat melalui pelayanan, dan menjadi rujukan pemerintah melalui keputusan hukum. Yang keempat adalah menjaga harmoni keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.

Kiai Mutawakkil menyatakan MUI adalah medan sekaligus sarana dakwah. Karena itu berlaku kaidah lil wasa’ith hukmul maqashid. Dalam arti, agar dakwah bisa sukses, dalam praktiknya harus merangkul, bukan memukul, apalagi mencangkul. Harus mendidik, bukan menghardik, apalagi membidik. Harus membina, bukan mencerca, apalagi menghina. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

MUI Keluarkan 10 Taujihat, Serukan Keadilan dan Perdamaian Dunia

MUI Keluarkan 10 Taujihat, Serukan Keadilan dan Perdamaian Dunia

16/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 10 poin taujihat yang dibacakan oleh 10...

MUI Jawa Timur Jadi Rujukan, MUI DKI Jakarta Pelajari Tata Kelola dan Sistem Kelembagaan

MUI Jawa Timur Jadi Rujukan, MUI DKI Jakarta Pelajari Tata Kelola dan Sistem Kelembagaan

13/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menerima kunjungan MUI DKI Jakarta dalam...

Rapat Koordinasi Komisi Pendidikan MUI Jatim Perkuat Kaderisasi Ulama dan Respon Isu Strategis

Rapat Koordinasi Komisi Pendidikan MUI Jatim Perkuat Kaderisasi Ulama dan Respon Isu Strategis

12/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menggelar kegiatan Halal...

MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan LPH melalui Rakor dan Halal Bihalal

MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan LPH melalui Rakor dan Halal Bihalal

07/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor)...

MUI Serukan Penghentian Agresi Militer AS dan Israel di Timur Tengah

MUI Serukan Penghentian Agresi Militer AS dan Israel di Timur Tengah

04/04/2026

Surabaya, MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan 10 poin tausiyah sebagai respons dari agresi...

Hukum Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal

Hukum Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal

30/03/2026

Memasuki bulan Syawal, terasa kurang sempurna bagi seorang Muslim jika tidak melaksanakan puasa enam hari....

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

20/03/2026

Shalat Idul Fitri adalah salah satu yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan umat Islam pada Hari...

Informasi Terbaru

MUI Keluarkan 10 Taujihat, Serukan Keadilan dan Perdamaian Dunia

MUI Keluarkan 10 Taujihat, Serukan Keadilan dan Perdamaian Dunia

16/04/2026 - 09:09 WIB
MUI Jawa Timur Jadi Rujukan, MUI DKI Jakarta Pelajari Tata Kelola dan Sistem Kelembagaan

MUI Jawa Timur Jadi Rujukan, MUI DKI Jakarta Pelajari Tata Kelola dan Sistem Kelembagaan

13/04/2026 - 11:37 WIB
Rapat Koordinasi Komisi Pendidikan MUI Jatim Perkuat Kaderisasi Ulama dan Respon Isu Strategis

Rapat Koordinasi Komisi Pendidikan MUI Jatim Perkuat Kaderisasi Ulama dan Respon Isu Strategis

12/04/2026 - 17:22 WIB
MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan LPH melalui Rakor dan Halal Bihalal

MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan LPH melalui Rakor dan Halal Bihalal

07/04/2026 - 15:32 WIB
MUI Serukan Penghentian Agresi Militer AS dan Israel di Timur Tengah

MUI Serukan Penghentian Agresi Militer AS dan Israel di Timur Tengah

04/04/2026 - 10:49 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Bersalaman dengan Ibu Guru

Fatwa MUI

Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
Fatwa

Rilis 2 : Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Zakat

30/05/2024
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved