MUI JATIM – Ahli Psikologi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Diana Rahmasari memaparkan cara untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah. Menurutnya, penycegahan pelaku atau korban bullying dapat dilakukan dengan pembentukan karakter anak. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber webinar klinik pendidikan ke-9 yang digelar oleh Komisi Pendidikan, Kaderisasi, dan Pembinaan Seni Budaya Majelis Ulama Indoneisa (MUI) Jatim Senin (28/03/2022).
“Perkuat potensi minat dan bakat anak. Selain itu juga bangun mimpi di masa depan anak-anak itu apa. Ini yang sering saya utarakan saat memberi parenting diberbagai tempat,” katanya.
Pada webinar yang mengangkat tema ‘Pencegahan Kekerasan atau Bullying di Sekolah’ ini. Sarjana Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut juga menyebutkan, dengan membangun mimpi atau cita-cita serta dibarengi penguatan diri, seorang anak akan memiliki karakter yang kuat. Ia juga mengajak para pendidik dan orang tua untuk mengajarkan coping stress ( suatu tindakan kognitif dan upaya perilaku yang dilakukan untuk menguasai, mentolerir, serta mengurangi tuntutan yang sedang dihadapi) yang efektif.
“Kalau misalnya anak itu stress atau depresi karena menjadi korban bullying. Ia akan cepat kembali pulih kalau sudah diingatkan dan fokus pada mimpinya,’ ujarnya.
Disebutkan oleh Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut, jika membahas terkait bullying, interkasi keluarga, aktif memfasilitasi bakat serta sistem sekolah yang baik dapat dilakukan dalam upaya penanganan bullying. Diana juga memaparkan akan pentingnya memberitahukan anak didik perbuatan-perbuatan yang termasuk kekerasan dan bullying.
“Dari beberapa kasus yang pernah saya tangani. Baik guru atau siswa itu tidak tau perbuatan yang masuk katagori kekerasan, pelecehan. Oleh karena itu penting menginformasikan Tindakan-tindakan yang masuk dalam kekerasan, pelecehan atau bullying,” pungkas Doktor Psikologi Unair tersebut.












