MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Bayan

KH Abdurrahman Navis : Jernihkan Hati, Menerima Hidayah Ilahi

OlehKH Abdurrahman Navis, Ketua MUI Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya
Jumat, 22 Apr 2022 - 17:13 WIB
Ketua MUI Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya

Ketua MUI Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya

ShareTweetSend

Ramadan merupakan momentum istimewa untuk membersihkan hati manusia dari pengaruh buruk kemaksiatan pada diri masing-masing. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, di bulan suci ini pintu surga terbuka lebar, pintu neraka ditutup rapat dan setan-setan dibelenggu.

Kondisi tersebut diharapkan agar kaum muslimin dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan berusaha sekuat mungkin untuk mendekatkan diri pada Allah, menguatkan kepedulian pada sesame dan menjaga jarak sejauh mungkin dengan segala bentuk kemaksiatan.

Selain karena dilarang oleh Allah SWT, kita memang harus menjaga diri dari melakukan maksiat sebab kemaksiatan bisa berdampak buruk bagi pelakunya. Di antaranya:

Pertama, melemahkan rasa ta’dzim (mengagungkan) kepada Allah. Sebab jika rasa ta’dzim itu ada dalam hati, tentu tidak akan mungkin berani melakukan kemaksiatan. Orang yang suka melakukan perbuatan maksiat (durhaka) kepada Allah akan berakibat kehilangan kewibawaannya di hati makhluk atau manusia, sehingga apapun kedudukannya sebagai pejabat, kiai, tokoh masyarakat atau lainnya. Jika dia sering melakukan maksiat akan jatuh dalam pandangan manusia dan Allah. Jika sudah demikian siapa yang akan bisa mengangkat derajatnya? Tentu jawabanya tidak ada lain kecuali dia mau bertaubat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Haj ayat 18 (yang artinya) : “Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

Kedua, menimbulkan rasa takut dan gelisah dalam hati. Maka jika seseorang yang berakal sehat mau berfikir dan menimbang antara enaknya maksiat dan rasa takut serta gelisah setelah melakukan maksiat itu, maka dia akan tahu betapa ruginya, karena dia telah menjual kenikmatan atau kenyamanan taat, manisnya ibadah dengan kegelisahan dan takut akibat kemaksiatan.

Baca juga   Keutamaan Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Ketiga, memalingkan hati dari kesehatanya dan istiqamahnya hati dalam sakitnya. Maka hati akan selalu sakit, tidak bisa mengambil manfaat dengan makanan hati (nasehat dan petuah agama) yang menjadi sumber kehidupanya, karena dosa itu penyakitnya hati dan tidak ada obatnya kecuali meninggalkanya.

Para ahli tasawuf sepakat bahwa hati ini tidak bisa mencapai keinginanya sehingga sampai kepada Tuhannya (ma’rifat kepadanya) dan tidak akan sampai kepada-Nya sehingga hati ini bersih dan sehat, dan tidak bisa sehat hingga hilang semua penyakitnya, dan tidak akan bisa hilang semua penyakitnya kecuali dengan melawan hawa nafsunya. Dan jika penyakit ini dibiarkan akan bia membunuh hati ini sehingga akan selalu gelisah, susah dan tiada ketenangan.

Pengaruh keempat dari perbuatan maksiat adalah membutakan hati. Semakin besar dosa dan maksiat maka semakin redup cahaya hati, dan jika sampai mati dalam keadaan maksiat dan dosa maka kegelapan itu akan terbawa sampai ke kubur. Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya kuburan-kuburan itu dipenuhi kegelapan bagi penghuninya dan sesungguhnya Allah meneranginya dengan doaku kepada mereka”. (HR Muslim)

Demikianlah. Semoga di bulan suci Ramadan ini, Allah SWT menyelamatkan kita semua dari godaan berbagai macam kemaksiatan, sehingga pasca bulan Ramadan nanti hati kita menjadi semakin jernih dan mampu menerima cahaya hidayah sepanjang hidup kita. Aamiin. Yaa Rabbal ‘Alamiin.

sumber

Artikel Terkait

Mengukur Kemabruran, Prof Niam: Bukti Nyata Haji Ada pada Kesalehan Sosial di Tanah Air

Mengukur Kemabruran, Prof Niam: Bukti Nyata Haji Ada pada Kesalehan Sosial di Tanah Air

03/06/2026

Makkah, MUI Jatim Keberhasilan ibadah haji seorang muslim tidak semata-mata diukur dari tuntasnya rangkaian ritual...

Wujud Kepedulian sebagai Khadimul Ummah, MUI Jatim Sembelih 6 Sapi Kurban dan Bagikan 1.000 Paket Daging untuk Masyarakat

Wujud Kepedulian sebagai Khadimul Ummah, MUI Jatim Sembelih 6 Sapi Kurban dan Bagikan 1.000 Paket Daging untuk Masyarakat

30/05/2026

Surabaya MUI Jatim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan peranannya sebagai Khadimul...

Makna dan Sejarah Penamaan Hari Tarwiyah dan Arafah serta Keutamaannya

Makna dan Sejarah Penamaan Hari Tarwiyah dan Arafah serta Keutamaannya

25/05/2026

Bulan Dzulhijjah bukan sekadar bulan pelaksanaan ibadah haji, melainkan juga menyimpan hari-hari yang sangat bersejarah...

Jelang Idul Adha 2026, MUI Jatim Gembleng Takmir Masjid Lewat Pendekatan Fiqih dan Medis Veteriner

Jelang Idul Adha 2026, MUI Jatim Gembleng Takmir Masjid Lewat Pendekatan Fiqih dan Medis Veteriner

23/05/2026

Surabaya, MUI Jatim Guna menyambut Hari Raya Idul Adha 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi...

MUI Jatim Kebut Persiapan Pengukuhan dan Mukerda, Fokus Perkuat Konsep Islam Wasatiyah

MUI Jatim Kebut Persiapan Pengukuhan dan Mukerda, Fokus Perkuat Konsep Islam Wasatiyah

20/05/2026

Surabaya, MUI Jatim Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat pengurus...

Waspada Suhu 45 Derajat Celcius, Ini 5 Tips Jitu Jaga Kesehatan Jemaah Haji di Tanah Suci

Waspada Suhu 45 Derajat Celcius, Ini 5 Tips Jitu Jaga Kesehatan Jemaah Haji di Tanah Suci

19/05/2026

Surabaya, MUI Jatim Musim haji tahun 2026 menghadirkan tantangan cuaca yang cukup berat bagi para...

MUI Jatim Desak Pemerintah: Tutup Lembaga Pendidikan yang Jadi Kedok Kejahatan Seksual!

MUI Jatim Desak Pemerintah: Tutup Lembaga Pendidikan yang Jadi Kedok Kejahatan Seksual!

14/05/2026

Surabaya, MUI Jatim Menanggapi rentetan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang belakangan ini melibatkan oknum...

Informasi Terbaru

Mengukur Kemabruran, Prof Niam: Bukti Nyata Haji Ada pada Kesalehan Sosial di Tanah Air

Mengukur Kemabruran, Prof Niam: Bukti Nyata Haji Ada pada Kesalehan Sosial di Tanah Air

03/06/2026 - 17:08 WIB
Wujud Kepedulian sebagai Khadimul Ummah, MUI Jatim Sembelih 6 Sapi Kurban dan Bagikan 1.000 Paket Daging untuk Masyarakat

Wujud Kepedulian sebagai Khadimul Ummah, MUI Jatim Sembelih 6 Sapi Kurban dan Bagikan 1.000 Paket Daging untuk Masyarakat

30/05/2026 - 20:04 WIB
Makna dan Sejarah Penamaan Hari Tarwiyah dan Arafah serta Keutamaannya

Makna dan Sejarah Penamaan Hari Tarwiyah dan Arafah serta Keutamaannya

25/05/2026 - 11:09 WIB
Jelang Idul Adha 2026, MUI Jatim Gembleng Takmir Masjid Lewat Pendekatan Fiqih dan Medis Veteriner

Jelang Idul Adha 2026, MUI Jatim Gembleng Takmir Masjid Lewat Pendekatan Fiqih dan Medis Veteriner

23/05/2026 - 18:44 WIB
MUI Jatim Kebut Persiapan Pengukuhan dan Mukerda, Fokus Perkuat Konsep Islam Wasatiyah

MUI Jatim Kebut Persiapan Pengukuhan dan Mukerda, Fokus Perkuat Konsep Islam Wasatiyah

20/05/2026 - 20:18 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Bersalaman dengan Ibu Guru

Fatwa MUI

Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
Fatwa

Rilis 2 : Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Zakat

30/05/2024
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved