SURABAYA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menggelar MUILenial Podcast perdana pada Sabtu (20/08/2022) yang disiarkan live melalui kanal Youtube @MUI Jatim TV. KH Hasan Ubaidillah menjadi pemateri yang mengulas terkait pendidikan pasca pandemi Covid-19.
“Kemarin tahun 2020-2021 Indoesia diuji oleh Allah dengan virus Covid-19 yang membuat suasana mencekap. Maka pemerintah mengambil kebijakan harus ada pembatasan kegiatan masyarakat,” katanya.
Kebijakan pemerintah tersebut diikuti oleh semua elemen masyarakat. Maka muncullah kabijakan sekolah dari rumah, kuliah dari rumah, kerja dari rumah, semua aktifitas dikerjakan dari rumah. Kabijakan itu tidak lain untuk memutus mata rantai Covid-19.
“Muncul metode pembelajarn daring. Karena memang saat itu kebutuhannya semua dikerjakan secara online,” ujarnya.
Dirinya bersyukur di tahun 2022 ini Covid-19 mulai melandai. Nikmat dari Allah Indonesia perlahan tapi pasti mengatasi pandemi dengan kerja sama atau sinergi pemerintah dan semua elemen masyarakat.
“Mulai vaksinasi tahap 1, 2 dan 3 secara masif digratiskan hingga tercapai Herd immunity yang membuat secara tidak langsung keadaan sudah mulai normal,” ungkapnya.
Terkait digitalisasi di lingkungan pendidikan, KH Hasan Ubaidillah menilai seperti pisau. Jika digunakan untuk kebaikan maka akan bermanfaat. Dan jika digunakan untuk keburukan maka akan merugikan.
“Zaman teknologi ini tidak bisa kita dibendung. Dampaknya bisa positif dan bisa juga negatif.
Kalua bisa dimanfaatkan di dunia pendidikan akan menjadi luar biasa,” ucapnya.
Disebutkan dampak negatif digitalisasi seperti pembelajaran daring adalah komunikasi antar siswa dan guru terbatas. Teknologi bisa digunkan tetapi antar siswa dan guru harus tetap terjaga akhlak, moralitas, unggah-unguh meski pembelajaran menggunakan teknologi.
Pewarta : Boy Ardiansyah












