Surabaya, MUIJatim. Kondisi Covid-19 di Indonesia khususnya Jawa Timur saat ini sudah menurun dengan sangat drastis. Oleh karena itu, dikotomi antara mana yang lebih dipentingkan antara ekonomi dan kesehatan sudah dapat berjalan beriringan. Dan kabar bahwa Jawa Timur sudah memasuki level 1 PPKM menjadi angin segar untuk ekonomi Jawa Timur agar lekas bangkit di tengah pandemi.
Hal tersebut dikatakan oleh Prof Badri Munir Sukoco, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga saat mengisi Webinar Seri Literasi Pandemi ke-20 MUI Jawa Timur dengan tema ‘Membaca Arah Ekonomi dan Ekosistem Industri Halal di Jawa Timur Pasca Pandemi’.
“Untuk membangkitkan ekonomi tentu ada beberapa syarat, yang pertama tentu dari sisi customer confidence index. Survei yang dilakukan BI pada bulan September terlihat bahwa kepercayaan diri yang dimiliki oleh penduduk indo yang memiliki pendapatan Rp5 juta sangat optimis. sSdangkan yang pendapatannya masih Rp2-1 juta masih pesimis. Secara umum CCI Indonesia cukup baik dan ini menjadi dasar,” katanya, Jumat (12/11/2021).
Kedua, dari sisi umur yang berumur senior dan pada rentang umur 20-30 tahun optimis bahwa ekonomi akan bangkit.
“Sedangkan pada rentang usia 31-50 tahun cenderung agak pesimis,” terangnya.
Selain itu, Consumer Expectation Index juga mempengaruhi. Orang-orang bisnis terlihat bahwa sangat percaya bahwa ekonomi akan membaik, job avalaibility juga membaik, income expectation juga makin membaik.
“Tentu hal ini dapat dilakukan secara umum jika kasus Covid-19 semakin membaik. Dari sini kita harus tetap berhati-hati agar tidak mengikuti Jerman yang saat ini sedang bermasalah,” pungkasnya.












