Surabaya, MUIJatim.or.id
KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Umum MUI Jatim menerima penghargaan Man of The Year dari Times Indonesia Jawa Timur 2021, Kamis (17/03/2022). Kiai Mutawakkil mendapatkan penghargaan tersebut atas inisiasinya dalam upaya percepatan vaksin Astrazeneca.
“Waktu itu Presiden Joko Widodo bingung atas kehalalan dan kesucian vaksin Astrazeneca, ditambah MUI Pusat mengeluarkan fatwa haram namun dapat digunakan karena darurat. Akhirnya kami berinisiatif untuk menguji vaksin tersebut melalui LBMNU dan LPPOM dan hasilnya vaksin Astrazeneca halal dan suci,” katanya.
Tidak sampai di situ, Kiai Mutawakkil juga menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin Astrazeneca.
“Sebagai contoh kepada umat, saya bersedia menjadi orang pertama yang divaksin Astrazeneca,” terangnya.
Kiai Mutawakkil mengungkapkan jika hal tersebut menjadi alasan dirinya mendapatkan penghargaan Man of The Year dari Times Indonesia Jawa Timur.
“Tahun ini Times Indonesia mengangkat tema daya tahan untuk berjuang. Ini yang membuat kenapa saya menerima penghargaan. Sebab sesuai tuntunan Rasulullah, kita sebagai umat Islam harus cerdas dan cakap dalam menghadapi kesulitan baik individual atau kelompok dan Allah tidak akan menurunkan kesulitan bersama kemudahan,” ungkapnya.
Selain itu, MUI memiliki dua peran yaitu sebagai mitra pemerintah dan pelayan umat.
“MUI memiliki dua peran sebagau mitra pemerintah dan pelayan umat. Maka tidaklah heran ketika kami ingin selalu mendampingi umat dalam penanganan Covid-19,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo itu.
Prinsip-prinsip tersebut yang selalu dipegang Kiai Mutawakkil dalam melayani umat.
“Ini tentu semangat dan prinsip yang selalu kami sampaikan kepada umat. Itulah yang saya lakukan sebagai tuntunan Rasulullah,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof KH Halim Soebahar Wakil Ketua MUI Jatim, Prof Akh Muzakki Sekretaris Umum MUI Jatim, Prof Djoko Santoso Ketua Badan Kesehatan, KH Ma’ruf Khozin Ketua Komisi Fatwa, Dr KH Reza Ahmad Zahid Ketua Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, serta segenap tamu undangan lainnya.












