MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Bayan

Belajar dari Penyandang Disabilitas

Oleh Nur Cholis Huda

OlehMUI Jatim
Jumat, 2 Apr 2021 - 18:35 WIB
Belajar dari Penyandang Disabilitas
ShareTweetSend

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mencari keridhaan) Kami, akan  Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS.Al Ankabut 69)

Apakah kita sering mengeluh tentang kesulitan hidup? Mengeluh karena sakit? Mengeluh karena merasa kurang cantik? mengeluh karena hal-hal kecil lainnya?

Jika “Ya”  maka kita perlu belajar dari para atlet yang mengikuti Asian Para Games 2018, yaitu pesta olahraga se Asia bagi orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus. Jelasnya pertandingan olahraga se Asia bagi orang-orang penyandang cacat.

Kita akan malu jika hidup dengan sederet keluhan. Lalu membandingkan dengan saudara kita yang secara fisik berkekurangan namun wajah mereka nampak cerah penuh semangat hidup. Tidak nampak wajah kusut, wajah nelangsa, wajah minta dikasihani. Yang ada ialah wajah penuh vitalitas hidup. Wajah tidak pernah mau menyerah pada keadaan. Bahkan ada atlet yang teguh memilih  lebih baik tidak dapat medali daripada mengorbankan keyakinan.

Malu kita jika sedikit-sedikit mengeluh, sedikit-sedikit nelangsa, sedikit-sedikit mau putus asa hanya karena ada kesulitan kecil. Berikut ini beberapa nama sekedar contoh dari orang-orang yang secara fisik memiliki kekurangan tetapi bisa mengukir prestasi luar biasa. Fisik mereka berkekurangan tetapi mental mereka mental juara

Muhammad Fadli Imamuddin. Pria tanpa kaki kiri ini berhasil meraih tiga mendali sekaligus. Medali emas, perak dan perunggu dari tiga jenis lomba cabang balap sepeda. Itu diraih melalui perjuangan panjang setelah merasakan banyak penderitaan.

Pada mulanya Fadli adalah pembalap motor yang hebat. Bukan pembalap sepeda. Pada sebuah lomba motor di Sirkuit Sentul dia telah mencapai finis dan memenangkan lomba itu. Maka sambil melambaikan tangan kepada penonton motornya berjalan pelan menepi karena sudah melewati beberapa ratus meter dari garis finis. Namun tanpa diduga pembalap dari Thailand tiba-tiba melaju kencang dan menghantam kaki kiri Fadli. Fadli terpental dari motor.

“Setelah terjatuh saya sadar saya mengalami cidera yang serius karena banyaknya darah yang tercecer. Namun saya terus berusaha tetap sadar, tidak pingsan” kenang Fadli. Kaki kirinya banyak patahan-patahan. Pengobatan terus dilakukan agar kaki kirinya bisa diselamatkan. Juga berkali-kali dioperasi. Tapi semua usaha itu gagal. Maka tidak ada jalan lain. kaki kiri harus diamputasi. Kini dia hanya punya satu kaki. Kaki kanan tanpa kaki kiri.

Sejak kecalakaan itu Fadli menghabiskan waktu di tempat tidur. Untuk duduk saja sudah pusing. Itu berlangsung sampai enam bulan. Dalam keadaan demikian anaknya lahir. Itulah penyemangat baginya. Dia bertekad dirinya harus sudah bisa berjalan  sebelum anaknya bisa berjalan. Dia harus bangkit. Tentu mengalami sakit yang sangat karena penyesuaian otot-ototnya.

Baca juga   Taushiyah Majelis Ulama Indonesia Menyambut Idul Fitri 1443 H / 2022 M

Ketika dia sudah “normal” dan bersepeda untuk menjaga kebugaran, pelatih balap sepeda menawari Fadli untuk menekuni balap sepeda. Dia terima tawaran itu dan belatih dengan sangat sungguh-sungguh. Dia yakin meskipun dengan kaki kiri palsu dia bisa sukses. Dia tanamkan semangat: “Kamu orang normal.  Tidak cacat, normal tidak cacat, normal tidak cacat…”.

Suparni Yati: Atlet kelahiran Riau 18 Agustus 1993 ini difabel grahita atau cacat kekurangan intlektual. Artinya kecerdasannya dibawah ukuran normal. Dia dibersarkan dari keluarga sederhana. Anak dari penjual tempe.

Dalam keterbatasan sebagai tuna grahita itu Suparni Yati berhasil mempersembahkan medali emas cabang tolak peluru pada Asian Para Games 2018 bahkan memecahkan rekor Asia.  Tolakan pelurunya mencapai 11.03 meter, mengalahkan Nursuhana dari Malaysia pemegang rekor Asia yang mencapai lemparan sejauh 9,66 meter.

Dia sangat gembira atas medali emas yang dipersembahkan untuk negara, untuk mamaknya, dan pelatihnya yang juga bapak angkatnya . Sedang soal karirnya Suparni mempersiapkan dengan sungguh-sungguh bisa ikut paralimpiade di Tokyo tahun 2020 (Keburu ada Pandemi). Kunci kesuksesan menurut Suparni ialah “Giat berlatih, tekun berdoa dan terus bersemangat mencapai cita-cita.”Doakan juga saya tetap rendah hati, tidak sombong”. katanya.

Edy Suryanto, pecatur tuna netra ini mengalungkan empat medali di lehernya ketika menerima bonus di istana. “ Saya sebenarnya mentarget diri saya meraih empat medali emas, eh ternyata satu luntur jadi perunggu” kelakarnya.

Tentu sangat sulit bagi seorang tunanetra bermain catur dibandingkan dengan orang yang bisa melihat. Ketajaman mata berpindah ke jari-jari. Dia belajar memahami catur, diatas papan catur khusus yang berlobang dia tancapkan buah catur. Lalu harus terus mengingat posisi catur sendiri dan posisi catur lawan.”Sedikit lupa posisi lawan, maka akan kalah. Karena itu harus terus konsntrasi penuh”. kata Edy.

Dengan cara itu, dia sanggup pula mengalahkan pemain catur dari kawan-kawannya yang normal, yang bisa melihat. Meskipun sebagai pecatur nasional, Edy tetap meneruskan profesinya sebagai tukang pijat. “Itu memperbanyak kawan” ujarnya.

Ada keinginan yang sama dari mereka setelah behasil meraih medali emas ini. Mereka semua ingin mengajak keluarganya umrah ke tanah suci. Bahkan nanti naik haji. Satu medali emas saat itu dapat bonus 1,5 M.

Baca juga   Dikabarkan Wafat, Ketua MUI Jatim: “Ndak Apa - apa, Semoga Saya Diberi Umur Panjang oleh Allah”

Mereka juga menyerahkan sepertiga bonus kepada organisasi yang menangani pembinaan atlet berkebutuhan khusus. Organisasi ini tidak dibiayai pemerintah. Jadi para penyandang cacat itu sudah berkomitmen menyerahkan tiga puluh persen untuk biaya pembinaan di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten/ kota.

Antara Jilbab dan Medali

Ada catatan khusus buat Miftahul Jannah, atlet Blind Yudo (Yudo orang buta). Dia tidak berhasil mendapat medali, bahkan gagal bertanding terkena diskulifikasi karena memakai jilbab. Ketika dia tampil ke arena, dia mengenakan jilbab. Aturan Faderasi Yudo Internasional melarang atlet yudo bertanding dengan pakai tutup kepala. Alasannya untuk keselamatan atlet itu sendiri. Padahal Miftahul sudah berbulan-bulan tekun latihan dan sangat yakin dia bakal dapat medali.

Miftahul diminta melepaskan jilbabnya. Dirayu nanti setelah bertanding silakan pakai jilbab lagi. Tetapi Miftahul enggan melepas jilbab. Maka tinggal satu pilihan. Bertanding tanpa berjilbab atau berjilbab dan tidak boleh bertanding.

Miftahul memilih tidak bertanding. Memilih tidak mendapat medali daripada harus melepas jilbab. “Ketetapan Allah tidak boleh kalah dengan medali” katanya tegas. Kepada rekan-rekannya dia berseru agar bertanding dengan sungguh-sungguh dan harus mendapat mendali melebihi tarjet. Miftahul sebenarnya juga ingin membuktikan bahwa jilbab tidak menjadi penghalang aktivitas apapun.

Bagi seorang atlit, medali tingkat internasional adalah sebuah kebanggaan. Tetapi tidak bagi Miftahul jika itu harus melawan keyakinannya. Sungguh ini tidak gampang. Bakan kita saja belum tentu sanggup bersikap tegas sepertri Miftahul.

Atas peristiwa itu Faderasi Yudo Indonesia mengusulkan kepada Faderasi Yudo Internasional agar ketentuan larangan pakai jilbab ditijau ulang karena sudah banyak cabang bela diri lainnya yang juga tidak melarang berjilbab seperti Karate, Taekwondo dan Wushu. Memang masing-masing cabang tidak sama dalam cara bertanding. Namun sebenarnya tetap bisa disiasati. Mungkin dengan bentuk jilbab khusus.

Jika para atlet peraih medali emas itu  berangkat umrah dengan uang   bonusnya, maka Miftahul Jannah yang gagal bertanding justru kebanjiran hadiah umrah dan hadiah lain. adayang menanyakan nomer rekeningnya. Mereka yang memberi hadiah ini tersentuh oleh keteguhan  Miftahul mempertahankan keyakinannya. Dia rela melepas kesempatan meraih medali demi mempertahankan jilbab.

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mencari keridhaan) Kami, akan  Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS.Al Ankabut 69)

=====

 

 

 

Artikel Terkait

Tiga Tokoh Kunci MUI Jatim Hadiri Rakor Program Kerja Komisi Ukhuwah Islamiyah

Tiga Tokoh Kunci MUI Jatim Hadiri Rakor Program Kerja Komisi Ukhuwah Islamiyah

24/07/2026

Tiga Tokoh Kunci MUI Provinsi Jawa Timur yaitu Prof Dr KH Abdul Halim Soebahar, M.A.,...

Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

23/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Dalam upaya meningkatkan sinergi kelembagaan dan memperkuat pemahaman mengenai mekanisme penyelesaian...

Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

23/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar...

Sikap Tegas MUI Jatim di Mukerda 2026: Tolak Normalisasi LGBT, Namun Larang Keras Tindakan Main Hakim Sendiri

Sikap Tegas MUI Jatim di Mukerda 2026: Tolak Normalisasi LGBT, Namun Larang Keras Tindakan Main Hakim Sendiri

21/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan sikap kritisnya terhadap...

Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, PDUF dan LPEU MUI Jatim Sepakati Kolaborasi Strategis

Bangun Kemandirian Ekonomi Umat, PDUF dan LPEU MUI Jatim Sepakati Kolaborasi Strategis

21/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi...

LPPOM MUI Jawa Timur dan Komisi Fatwa MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi melalui Focus Group Discussion

LPPOM MUI Jawa Timur dan Komisi Fatwa MUI Jawa Timur Perkuat Sinergi melalui Focus Group Discussion

20/07/2026

Surabaya, MUI Jatim – LPPOM MUI Jawa Timur bersama Komisi Fatwa MUI Jawa Timur menyelenggarakan...

Kunjungan Kerja MUI Pusat: MUI Jawa Timur Mantapkan Langkah Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Kunjungan Kerja MUI Pusat: MUI Jawa Timur Mantapkan Langkah Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

16/07/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari...

Informasi Terbaru

Tiga Tokoh Kunci MUI Jatim Hadiri Rakor Program Kerja Komisi Ukhuwah Islamiyah

Tiga Tokoh Kunci MUI Jatim Hadiri Rakor Program Kerja Komisi Ukhuwah Islamiyah

24/07/2026 - 18:30 WIB
Hari Anak Nasional: Pendidikan sebagai Benteng Anak dari Gawai, Terorisme, dan Ekstremisme

Hari Anak Nasional: Pendidikan sebagai Benteng Anak dari Gawai, Terorisme, dan Ekstremisme

24/07/2026 - 11:32 WIB
Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

Tingkatkan Sinergi Kelembagaan, BASYARNAS MUI Jatim dan Bank Jatim Syariah Gelar Sharing Session Resolusi Sengketa Ekonomi Syariah

23/07/2026 - 11:30 WIB
Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

23/07/2026 - 08:30 WIB
Sikap Tegas MUI Jatim di Mukerda 2026: Tolak Normalisasi LGBT, Namun Larang Keras Tindakan Main Hakim Sendiri

Sikap Tegas MUI Jatim di Mukerda 2026: Tolak Normalisasi LGBT, Namun Larang Keras Tindakan Main Hakim Sendiri

21/07/2026 - 11:20 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Bersalaman dengan Ibu Guru

Fatwa MUI

Fatwa

MUI Jatim Terbitkan Fatwa Haram Penyalahgunaan Vape untuk Narkotika dan Konsumsi di Ruang Publik

08/07/2026
Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved