Diana
Pertanyaan : belakangan sering bermunculan di sosmed berdoa tapi kesannya sangat akrab dg allah, contoh nya ” Temanin aku terus ya allah, aslinya aku manja, cuma pura-pura independent aja hehe” Apakah diperbolehkan berdoa demikian, apa tidak termasuk su’ul adab?
Jawaban :
Penanya yang di rahmati Allah SWT ….
Berdoa adalah perintah Allah SWT dan Allah menjanjikan akan mengabulkan setiap doa yang di panjatkan kepada-NYA, Allah SWT berfirman
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah · Ayat 186)
Tentang pertanyaan diatas, bahwasanya Benar hal itu termasuk su’ul adab, karena dalam berdoa ada etika atau adab yang seharusnya di penuhi oleh orang yang berdoa, diantaranya adalah dengan bahasa yang santun yang mengesankan tentang kehinaan, kerendahan dan kefakiran seorang hamba yang tengah menghadap kepada sang Penciptanya, An Nawawi dalam Al Adzkarnya 1/396 menyatakan :
وقال بعضهم : ادع بلسان الذلة والافتقار ، لا بلسان الفصاحة والانطلاق ، ويقال : إن العلماء والأبدال لا يزيدون في الدعاء على سبع كلمات ، ويشهد له ما ذكره الله سبحانه وتعالى في آخر سورة البقرة (ربنا لا تؤاخذنا…) إلى آخرها [ البقرة : 286 ] لم يخبر سبحانه في موضع عن أدعية عباده بأكثر من ذلك. ……………….. قلت : والمختار الذي عليه جماهير العلماء أنه لا حجر في ذلك ، ولا تكره الزيادة على السبع ، بل يستحب الإكثار من الدعاء مطلقا. (الأذكار – (ج 1 / ص 396)
Sebagian ulama berkata: “Berdoalah dengan lisan (bahasa) kehinaan dan kefakiran, bukan dengan lisan kefasihan dan kelancaran kata.” Dan dikatakan: “Sesungguhnya para ulama dan para wali abdal tidak melebihi 7 kata dalam doanya.” Yang menguatkannya adalah apa yang Allah sebutkan di akhir surat Al-Baqarah: (رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا…) sampai akhir ayat [Al-Baqarah: 286]. Allah tidak mengabarkan di tempat lain tentang doa hamba-hamba-Nya yang lebih dari itu. …..
An Nawawi berkata : pendapat yang di pilih oleh mayoritas Ulama’ bahwasanya tidak ada larangan berdoa dengan melebihi dari tujuh kata bahkan disunahkan memperbanyak kata secara mutlak dalam berdoa [Al-Adzkar, Imam Nawawi 1/396]
Diantara adab lainya yang disebutkan An Nawawi dalam berdoa dalam kitab al adzkar diatas adalah : dengan hati yang khusyu’, memilih waktu yang utama seperti sepertiga malam terakhir, setelah sholat fardhu dll, menghadap kiblat, dengan suara yang sedang tidak keras tidak pula terlalu lirih, dengan merendahkan diri, dengan bahasa kehinaan dan kefakiran, yakin akan dikabulkan, mengulang-ulang doa tersebut, memulai doa dengan dzikrulloh, bersholawat pada Nabi SAW, dan bertaubat sebelum berdoa serta mengembalikan segala bentuk kezaliman pada yang berhak.








