SIDOARJO, MUI Jatim – Dalam lawatannya ke sejumlah daerah di Jawa Timur, yakni Sidoarjo, Pasuruan dan Jombang, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi AstraZeneca yang diikuti oleh 150 tokoh Jawa Timur di pendopo Delta Wibawa di Kabupaten Sidoarjo, Senin (22/3/2021).
Salah satu tokoh yang ikut vaksinasi adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. Jokowi pun sempat berfoto bersama Kiai Mutawakkil yang saat itu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pemberian vaksin.
Seperti kebiasannya, Jokowi pun mengunggah foto itu di sejumlah akun media sosial resmi miliknya, seperti facebook dengan nama Presiden Joko Widodo, twitter dengan nama akun Joko Widodo dan instagram @Jokowi.
Di akun Instagramnya, unggahan foto kebersamaan Jokowi bersama mantan Ketua PWNU Jatim itu telah mendapat 68.683 like dan 373 komentar positif pada pukul 18.00 WIB.
Jokowi juga tak lupa memberikan narasi sepanjang 4 paragraf, yang seakan memberikan apresiasi kepada Kiai Mutawakkil, yang ikut membantu pemerintah mensukseskan program vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok. Berikut narasinya;
Bapak Kiai Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur, menjadi salah satu penerima vaksin AstraZeneca hari ini di Sidoarjo.
Vaksinasi massal ini memang ditujukan untuk kalangan pekerja publik, tokoh agama, hingga para atlet. Di antara penerima vaksin, selain Kiai Hasan, ada juga Kiai Ahmad Rofiq Siraj dan atlet sepak bola nasional Uston Nawawi.
Sejumlah kiai dan para pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur telah menyatakan kesiapannya untuk memperoleh vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca. “Vaksin AstraZeneca ini hukumnya halalan dan tayyiban dan memang seharusnya dimanfaatkan untuk program vaksinasi pemerintah,” kata Kiai Hasan.
Saya sangat menghargai penerimaan para kiai tersebut, dan segera menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke Jawa Timur dan provinsi-provinsi lain yang membutuhkan. Vaksinasi massal yang diadakan oleh pemerintah ini bertujuan untuk menjaga jiwa dan keselamatan rakyat dari pandemi Covid-19 yang telah lebih setahun melanda dunia. (eem/infokom)













