Surabaya, MUIJatim.or.id – Pusat Inkubasi Bisnis (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar Workshop Kurban Aman di Tengah Wabah PMK, Kamis (07/07/2022) di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Ketua Pinbas MUI Jatim, Dr Ir H Jumadi mengatakan bahwa kurban memiliki dampak ekonomi yang tinggi yaitu sebesar Rp 69 triliun.
“Manfaat ekonomi kurban mencapai Rp 69 triliun. Artinya di sini ada pendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pertahanan pangan dan gizi masyarakat, serta peningkatan permintaan hewan ternak,” katanya.
Menurut Jumadi, acara ini bertujuan untuk mengangkat kelesuan dari bisnis kurban yang seharusnya menjadi momen mengambil keuntungan yang besar bagi peternak.
“Pinbas MUI Jatim ingin mentriger supaya tidak ada kelesuan terkait dengan bisnis kurban. Padahal potensi pasarnya sangat tinggi,” terangnya.
Jumadi menambahkan, dari kegiatan ini bisa penjelasan dari sisi syariat dan teknokrat. Perpaduan ini yang diharapkan dapat menghasilkan kenyamanan bagi masyarakat terkait dengan PMK.
“Jika masyarakat membuat interpretasi sendiri mungkin itu ada ketakutan. Makanya hari ini ada narasumber dari Kepala Dinas Peternakan dan Komisi Fatwa MUI. Sehingga, masyarakat akan mendapatkan penjelasan dari sisi syariat dan teknokrat. Dari sini kita harapkan masyarakat bisa menemukan jawabannya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Ir Indyah Aryani mengungkapkan bahwa berbagai upaya dilakukan sebagai pencegahan penularan PMK.
“Kami berjibaku menydiakan hewan kurban dengan kondisi aman. Penyekatan sekarang dilakukan untuk lalu lintas ternak. Sekarang pergerakannya sangat dibatasi untuk mencegah penularan. Kita juga akan terbitkan SOP ternak sehat yang bisa bergerak asalkan ada SKKH dari kabupaten asal,” ungkapnya.
Dirinya juga mendukung atas terselenggaranya kegiatan ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semoga kurban tahun ini bisa aman dan lancar,” pungkasnya.
Penulis : Risma Savhira












