Surabaya, MUIJatim.org – Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menjadikan momen bulan suci Ramadhan 1442 H sebagai upaya peningkatan kapasitas anggota dengan memantapkan program sekaligus ta’aruf antar anggota.
Kegiatan, yang dilaksanakan di Hotel Papilio Surabaya, Minggu (02/05/2021), dihadiri oleh Pembina Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama, Ketua, Sekretaris dan anggota.
Rapat, yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi Edi Supriyanto, memutuskan 9 program kerja yang akan dilaksanakan selama 5 tahun kedepan. Pertama, Koordinasi dengan ulama, umara, dan tokoh lintas agama serta lintas ormas dalam mewujudkan ukhuwah Islamiyah dan hubungan antar umat beragama
Kedua, menyusun pedoman atau panduan dalam moderasi beragama dan penyelenggaraan ukhuhwah Islamiyah serta hubungan antar umat beragama sesuai ketentuan peratuan perundang-undangan dan kebijakan MUI Jawa Timur.
Ketiga, melakukan pencegahan dan penanganan permasalahan ukhwah Islamiyah dan hubungan antar umat beragama. Keempat, membuat MoU kehidupan sosial inter dan antar umat beragama dengan instansi/lembaga dan ormas terkait
Kelima, menjadi perekat dan penguat terwujudkan ukhwah Islamiyah dan hubungan umat beragama. Keenam, meningkatkan kerukunan intern dan antar umat beragama melalui pembentukan desa dan kelurahan Harmoni
Ketujuh, melakukan pengembangan toleransi umat beragama melalui seni budaya. Delapan, melakukan kajian dan analisis isu-isu yang sedang dan akan terjadi di masyarakat.
Terakhir, melakukan Sosialisasi kehidupan harmoni, damai dan saling menghormati umat beragama di perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren dan lingkungan masyarakat.
Pembina Komisi, KH Ahsanul Haq berpesan agar seluruh jajaran pengurus Komisi harus mampu merakit kebersamaan dan kekompakan. “Kalau ada kekurangan dipikul bersama, jangan dibebankan kepada ketua, tapi dipikir bersama-sama,” Imbuhnya.
Menurut pria kelahiran Surabaya 51 tahun silam itu, yang tak kalah penting dalam organisasi adalah faktor penunjang, yaitu dana operasional untuk kelancaran program kerja.
Sementara itu, Ketua Komisi, Moh Ersyad mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir yang sudah meluangkan waktu untuk ta’aruf bersama. Ia berharap seluruh anggota komisi mampu menjalankan program kerja tersebut. (*)














