Sidoarjo, MUI Jatim
Pelantikan dan Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo berlangsung pada Sabtu (20/9/2025) dengan penuh khidmat. Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Prof. Akh. Muzakki, yang memberikan arahan penting terkait peran MUI dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat.
Dalam sambutannya, Prof. Muzakki menegaskan bahwa MUI memiliki peran strategis sebagai shodiqul hukumah (mitra pemerintah) sekaligus khodimul ummah (pelayan umat). Karena itu, ia mengingatkan agar seluruh pengurus senantiasa menyesuaikan langkah sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ketepatan waktu dan cara dalam merespons situasi menjadi kunci. Tugas MUI melekat pada pundak kita sebagai mitra pemerintah sekaligus pelayan umat,” ujarnya.
Ia menyoroti Sidoarjo sebagai daerah dengan potensi besar, baik dalam pembangunan maupun kerawanan sosial. Menurutnya, dengan cepatnya mobilitas penduduk dan dinamika sosial, potensi konflik juga meningkat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, MUI, dan organisasi masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.
“Seperti Surabaya dengan tingkat perpindahan penduduk yang tinggi, masalah sosialnya pun rawan. Sidoarjo pun demikian, potensinya besar, tetapi dengan kerja sama yang erat maka bisa dikelola dengan baik,” jelasnya.
Prof. Muzakki juga mengingatkan bahwa pengalaman daerah lain, seperti Bekasi dan Depok sebagai wilayah penyangga DKI, menunjukkan kerawanan tinggi yang tidak bisa diremehkan. Bahkan, peristiwa di Kediri akhir Agustus lalu menjadi bukti bahwa konflik sosial bisa muncul secara tiba-tiba.
“Oleh karena itu, kemitraan antara eksekutif, pemerintah daerah, para ulama, dan kiai menjadi sangat penting. Bupati Sidoarjo patut berbahagia karena memiliki dukungan penuh dari para kiai, yang semestinya menjadi teladan bagi kabupaten lain,” tegasnya.
Ia menutup arahannya dengan menekankan dua kata kunci yang harus dijadikan pegangan oleh MUI, pemerintah, dan masyarakat, yakni sinergi dan kolaborasi. “Dengan itu, kami berharap MUI Sidoarjo dapat mengemban amanah sekaligus menjaga stabilitas daerah,” pungkasnya.












