MUI JATIM – Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma’ruf Khozin mengimbau warga supaya tetap menjalankan ibadah puasa, khususnya salat tarawih dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Salah satunya dengan jaga jarak. “Setelah arahan Pak Presiden yang sudah membolehkan salat tarawih berjamaah, maka kami mengimbau warga tetap salat tarawih, namun dengan protokol kesehatan ketat,” katanya kepada, Jumat (25/3/2022).
Kiai muda alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri tersebut mengatakan, boleh saja MUI Pusat mengimbau merapatkan shaf salat. Namun menurut dirinya, lebih baik warga yang salat tarawih di masjid publik tetap mengutamakan proke seperti memakai masker dan jaga jarak.
“Kalau nanti kita tarawih, kalau masjid itu di pinggir jalan atau saya ambil contoh di Masjid Al Akbar, itu harus tetap menerapkan protokol kesehatan lebih aman. Karena kita tidak tahu jemaahnya dari mana dan ingat dari pihak medis masih mengingatkan soal kemungkinan varian baru,” terangnya.
Namun, jika masjid itu ada di perumahan sekitar atau eksklusif. Kiai Ma’ruf mempersilahkan tanpa jarak. Karena jemaahnya sudah diketahui asalnya, dan mengenal. Tapi dirinya tetap menghimbau dengan protocol kesehatan minimal dengan memakai masker.
“MUI pusat sudah minta rapatkan shaf, tetapi kita perlu memperhatikan yang lebih ahli yakni medis. Karena medis yang jadi garda terdepan ya tetap kita perlu dengarkan. Jangan langsung ditinggal, sebab yang dulu berjuang melawan COVID-19 itu medis dan dokter,” katanya.
Ma’ruf menambahkan, jarak dalam salat apalagi keadaan pandemi COVID-19, tidak mengurangi kesempurnaan. Kalau Indonesia ingin meniru Arab Saudi yang mulai merapatkan shaf salat, seluruh warga harus dipastikan tervaksin.
“Jangan melihat negara lain, misal di Makkah, orang masuk Makkah itu vaksin semua syaratnya jelas, harus sudah vaksin. Sementara di sini kan masih ada yang belum divaksin, ada yang sudah,” tandasnya.












