Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap MUI Jawa Timur, Rabu (18/09/2024). Kegiatan ini dipimpin oleh Dr KH Masduki Baidlowi, Wakil Ketua MUI, dengan tujuan untuk menilai perkembangan dan kemajuan program kerja serta memastikan kesiapan organisasi dalam mencapai standar internasional melalui penerapan ISO 9000:2015.
Dalam sambutannya, Dr. KH Masduki Baidlowi menjelaskan bahwa MUI merupakan satu-satunya organisasi keagamaan di Indonesia yang terikat dalam sistem manajemen global tingkat dunia melalui sertifikasi ISO 9000:2015.
“Monitoring dan evaluasi ini terkait dengan penerapan ISO 9000:2015 di MUI, yang merupakan satu-satunya organisasi keagamaan di Indonesia yang menggunakan standar manajemen dunia. Hal ini dilakukan agar organisasi kita dapat mencapai kematangan dalam berorganisasi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa proses monitoring yang selama ini dilakukan oleh MUI umumnya lebih berorientasi pada aspek prosedural dan kualitatif. Namun, Masduki menekankan bahwa ke depannya MUI perlu lebih mengarahkan monev tidak hanya pada aspek prosedural, tetapi juga substansial dan kuantitatif, sehingga visi dan misi organisasi dapat dijalankan dengan lebih baik.
“Kita harus memastikan bahwa target strategis organisasi ini dapat tercapai dengan baik, dan tidak hanya berfokus pada prosedur, tetapi juga pada pencapaian yang lebih substansial,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya peran MUI sebagai Khodimul Ummah (pelayan umat) dan Shodiqul Hukumah (mitra pemerintah), dua prinsip yang menjadi landasan MUI dalam melayani masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah.
“Ini yang menjadi jargon kita, bagaimana kita melayani umat dengan bermutu dan memastikan kematangan organisasi dalam beroperasi. Dan Jawa Timur, saya kira, menjadi salah satu yang terbaik dari MUI provinsi se-Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Masduki mengatakan bahwa pendataan menjadi salah satu elemen kunci yang sangat ditekankan oleh MUI Pusat. Menurutnya, data yang akurat dan komprehensif sangat penting untuk memastikan efektivitas program kerja MUI di berbagai daerah. “Pendataan adalah hal yang sangat urgen. Ke depan, orientasinya adalah pada data,” paparnya.
Kegiatan monev ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan kinerja MUI Jawa Timur, sehingga organisasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan kemaslahatan umat.












