Pertanyaan:
Adik ipar saya perempuan berumur 30 tahun lulusan S1 perguruan tinggi negeri Surabaya belum menikah. Selama kuliah memakai jilbab, sholat, nurut sama orang tua dan selama kuliah termasuk kategori mahasiswi pintar dan mendapatkan beasiswa prestasi. Setelah lulus dari kuliah mulai mengajar di sekolahan non muslim. Di situ membuat adik saya ikut ajarannya dari tahun 2020 sampai sekarang 2025 yang dianggap nyeleneh yaitu Persaudaraan Matahari yang berlokasi di Jakarta.
Adik ipar saya meninggalkan rumah dan jika pulang hanya sebentar setahun sekali dan ia tidak mau mendengarkan orang tuanya untuk tidak mengikuti ajaran tersebut. Semenjak ikutan kelompok tersebut, sifatnya berubah, jilbab di lepas, tidak sholat, sama orang tua berani, telpon orang tua tidak pernah diangkat, bahkan dia minta dicoret dari dari KK dan tidak dianggap sebagai anak. Ibunya kaget dan selalui kepikiran anaknya.
Bagaimana agar adik ipar saya sadar tidak ikut-ikutan komunitas tersebut, kasihan ibunya kepikiran terus.
AW, Sidoarjo
Jawaban:
Saudari AW, kami ikut merasakan yang sedang saudari hadapi.
Secara prinsip, sikap tidak menghormati kepada orang tua dan membuka jilbab merupakan tindakan yang sangat disayangkan, karena bertentangan dengan ajaran agama Islam. Dalam kondisi seperti ini tetap harus berusaha komunikasi yang baik tanpa menghakimi dengan saudari Haryani. MUI Jatim membuka layanan secara offline untuk komunikasi dan konsultasi langsung dengan adik saudari.
Jangan lupa ibunya tidak bosan-bosan berdoa untuk kebaikan dan hidayah atas anaknya, karena hidayah datangnya hanya dari Allah. Semoga ibu dan keluarganya diberi kesabaran dan tidak mudah menyerah.












