Situbondo, MUIJatim – Tak lama setelah melakukan rapat pertama di sekitaran Bandara Juanda Surabaya, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar rapat kerja atau raker.
Raker digelar di Kabupaten Situbondo dan Probolinggo Jawa Timur selama 2 hari, yakni Sabtu dan Minggu (03 dan 04/04/2021). Untuk pembukaan raker dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada hari Sabtunya.
Hadir dalam pembukaan, 3 tokoh penting di Jawa Timur, yakni Wakil Ketua Umum MUI Jatim Prof Dr KH Abdul Halim Soebahar, Dewan Ahli Gubernur Jawa Timur Prof Dr Mas’ud Said, dan Pimdiv Syariah Bank Jatim Syariah Arif Wicaksono.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Mas’ud dan Arif Wicaksono memberikan materi tentang perekonomian. Bahkan Prof Mas’ud menyertakan berbagai dokumen penting tentang peta perekonomian Jawa Timur masa kini dan prediksi masa yang akan datang.
Menurut Guru Besar Unisma Malang itu, data-data penting tersebut belum pernah dia keluarkan di mana pun, baru dipakai di kegiatan raker ini. “ Inilah istimewanya KPEU MUI Jawa Timur, bisa mendapatkan data rahasia dalam kesempatan pertama,” ujar Mas’ud sambil berkelakar.
Usai pembukaan, para tokoh dan pengurus KPEU sowan ke ndalem (rumah) KH Zuhri Zaini, yang merupakan tokoh sepuh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Setelah mendapatkan wejangan dan doa restu dari Kiai Zuhri, para pengurus menuju Pantai Duta untuk menaiki boat menuju Pantai Pasir Putih. Di sanalah mereka akan melakukan raker selama 2 hari.
Alhamdulillah, raker dapat berjalan dengan lancar, bahkan setelah pembahasan materi raker dan peninjauan lokasi yang bakal menjadi bidang garap pertama selesai, peserta raker dijamu di salah satu rumah makan di Kota Situbondo. Rumah makan Mak Lika itu milik salah seorang alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid. Rumah makan Mak Lika menyediakan beragam menu favorit, seperti gulai kepala ikan kakap, pepes bandeng tanpa duri dan kare rajungan.
“Ini benar-benar raker yang luar biasa, ada diskusi perencanaan programnya, ada wisata baharinya, ada peninjauan lokasi obyek, ada wisata kulinernya, lengkap sudah,” ujar salah seorang peserta raker dan pengurus KPEU MUI, M. Subhan. (*)












