Surabaya, MUIJatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar Ta’aruf dan Ekspose Program Kerja, Sabtu (10/04/2021) bertempat di Hotel Singgasana, Surabaya. Kegiatan ini melibatkan para pengurus harian, ketua dan sekretaris komisi, badan, serta lembaga MUI Jawa Timur.
“Hari ini masing-masing komisi, lembaga, dan badan akan menyampaikan program kerjanya. Tentunya ini ditindaklanjuti dengan sinergi antara komisi, lembaga, dan badan melalui musyawarah kerja, yang jika memungkinkan akan melibatkan semua perangkat organisasi,” kata KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Umum MUI Jatim Periode 2020-2025.
Menurut Kiai Mutawakkil, dalam periode lima tahun ke depan ada beberapa program kerja prioritas yang menjadi kewajiban MUI Jatim.
“Ada tiga program prioritas selama lima tahun ke depan yang menjadi kewajiban MUI Jatim. Pertama adalah peningkatan kehidupan keagamaan. Karena seperti yang kita tahu, ke depan kehidupan keagamaan tidak semakin mudah tapi semakin banyak tantangan,” terangnya.
Kedua, pengembangan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. “Di sini, kami perlu sinergi dari berbagai komisi, badan, dan lembaga di MUI Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Ketiga, penguatan ekosistem industri halal. Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo tersebut mengungkapkan jika program ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
“Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menggalakkan industri kawasan halal seperti yang mulai dibangun di Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya.
Dengan adanya berbagai program-program tersebut, Kiai Mutawakkil meminta kepada seluruh perangkat organisasi agar terus berupaya melakukan percepatan-percepatan untuk merealisasikan.
“Saya menitipkan kepada semua pengurus agar berupaya melalui program-programnya dapat berinovasi dan melakukan percepatan yang cemerlang,” ujarnya.
Selain itu, Kiai Mutawakkil berharap semua komisi, lembaga, dan badan dapat saling gotong royong untuk menyebarkan kebaikan.
“Kita harus saling gotong royong, saling membantu untuk menyebarkan kebaikan dan ketaqwaan, dan jangan kita berkomplot untuk berbuat dosa dan menyebarkan permusuhan,” pungkasnya. (Savhira/Infokom)












