
MUI Jatim – Wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, KH Abdul Halim Soebahar menuturkan Allah memberikan kebahagiaan langsung di hati manusia yang beriman. Hal itu ia sampaikan saat mengisi ngaji Ramadhan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Kamis (07/04/2022).
“Begitu Allah menurunkan kebahagiaan dan ketenangan kepada seseorang. Maka kebahagian itu akan menambah keimanan kepada orang tersebut,” ungkapnya.
Dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember atau UIN KHAS Jember menyebutkan, jika seorang muslim menjadi pribadi yang baik. Maka ia berpotensi besar untuk menyebarkan kebaikannya tersebut kepada orang yang ada disekitarnya. Begitupun sebaliknya, jika mempunyai pribadi yang buruk. Maka orang disekitar akan mendapatkan dampak.
“Saya ingat pesan guru saya, suatu kebaikan yang dilakukan dengan istiqamah, itu baik dari seribu kekeramatan. Jadi kita tidak perlu mencari kesaktian macam-macam. Cukup dengan ikhtiar melaksanakan amal ibadah yang diajarkan oleh agama Islam,” kisahnya.

Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam tersebut lantas menyampaikan pesan KH Abdul Hamid atau Mbah Hamid Pasuruan. Bahwa benar memang manusia dapat melaksanakn ikhtiar dengan semaksimal mungkiin. Akan tetapi berhasil tidaknya Allah yang menentukan.
“Yang juga ingin saya sampaikan, ibadah puasa ini bukan beban untuk kita, meskipun diwajibkan. Tetapi itu rahmat Allah. Karena rahmat Allah ingin mendidik kita,” ucapnya.
Selama berpuasa, fisik umat Islam dibina dengan makan yang halal dan barakah setelah adzan magrib. Yang berdampak pada kesehatan tubuh . Sementara akal umat Islam yang berpuasa diberi kesempatan untuk dapat mengakses ilmu dimana-mana dan sebanyak-banyaknya
“Di radio, tv, medsos, mushala, masjid dilaksnakan taklim. Ini semua dalam rangka mengasah otak umat Islam ,” tandanya












