Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar tahapan Interview dan Pendalaman Calon Peserta Program Sarjana Pendidikan Kader Ulama (PKU), Selasa (1/7/2025), bertempat di Kantor MUI Jatim, Surabaya. Agenda ini diikuti oleh 76 peserta dari seluruh MUI kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Setiap MUI kabupaten/kota mengirimkan dua peserta terbaiknya yang telah menandatangani pakta integritas. Mereka menjalani proses seleksi secara mendalam, untuk memastikan komitmen dan kesungguhan dalam mengikuti program yang menjadi investasi jangka panjang MUI Jatim dalam mencetak ulama-ulama masa depan.
Sekretaris MUI Jatim, Dr. M. Hasan Ubaidillah, M.Si, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk keseriusan MUI Jatim dalam membangun ekosistem keulamaan berbasis kompetensi akademik dan spiritual.
“Program ini sangat serius. Diback up langsung oleh Pemprov Jawa Timur, dengan anggaran penuh untuk delapan semester, mencakup biaya kuliah, biaya pesantren, dan living cost. Ini beasiswa luar biasa, bahkan lebih besar dari beasiswa lain. Tugas Anda hanya belajar dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa PKU bukan sekadar program pendidikan biasa, melainkan jalur kaderisasi ulama spesifik dan strategis. Para peserta disiapkan tidak hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai intelektual dan cendekiawan yang akan berkontribusi besar di daerah masing-masing.
“MUI ingin mencetak ulama, termasuk ulama perempuan, yang mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi rujukan umat. Seorang intelektual itu tempatnya di Majelis Ulama. Cendekiawan itu adalah ulama yang berpikir, berbasis ilmu dan keadaban,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses seleksi ini bertujuan menggali motivasi dan keseriusan para calon mahasiswa, apakah benar-benar siap menjadi pelanjut estafet keulamaan dan penjaga nilai-nilai Islam wasathiyah.
“Tidak ada di organisasi manapun yang memberikan beasiswa seperti ini, hanya di MUI Jawa Timur. Maka saya ucapkan selamat, Anda adalah calon ulama masa depan, calon pemimpin umat yang akan membawa bangsa ini menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.












