Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar Rapat Dewan Pimpinan (DP) pada Kamis (04/11/2025) di Kantor MUI Jatim, Surabaya. Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Umum MUI Jatim, Prof. Akh. Muzakki, yang menekankan pentingnya soliditas internal dan kesiapan menyongsong pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jawa Timur pada akhir Desember mendatang.
Dalam arahannya, Prof. Muzakki menegaskan bahwa Musda XI bukan hanya agenda lima tahunan, tetapi momentum strategis bagi MUI Jatim untuk merespons berbagai tantangan keumatan.
“Musda ini bukan sekadar memilih kepengurusan, tetapi juga merumuskan arah besar pengabdian MUI Jawa Timur. Kita ingin memastikan forum Musda berjalan kondusif, produktif, dan jauh dari potensi friksi internal maupun pengaruh isu-isu eksternal,” ujarnya.
Musda XI MUI Jawa Timur direncanakan berlangsung pada 26–27 Desember 2025 di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya.
“Forum itu akan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari Dewan Pimpinan MUI kabupaten/kota se-Jawa Timur, Komisi Lanjut Bina (KLB) MUI Jatim, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya,” terangnya.
Prof. Muzakki juga menyinggung berbagai isu strategis yang akan dibahas dalam Musda XI. Ia menyebutkan bahwa MUI Jatim perlu memperkuat peran dalam isu-isu keumatan yang belakangan semakin kompleks, mulai dari imunisasi, perceraian, ketahanan keluarga, digitalisasi dakwah, ekonomi umat, pendidikan, hingga dinamika sosial lainnya.
“Isu yang akan dibahas dalam Musda XI adalah ketahanan masyarakat, yang meliputi aspek ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Isu ini menjadi pilar penting dalam menjawab kebutuhan umat hari ini. MUI Jatim harus hadir dengan solusi yang membumi, moderat, dan aplikatif,” tegasnya.
Selain membahas agenda strategis, Musda XI juga akan diwarnai dengan penganugerahan DP MUI Award kepada KLB MUI Jatim. Adapun kategori penghargaan meliputi Juara Umum, Kemandirian dan Optimalisasi Sumber Daya, Kemitraan dan Jejaring Kolaborasi, Dinamika Program dan Keberlangsungan Kegiatan, serta Tata Kelola Administrasi dan Dokumentasi.
“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja kelembagaan dan kontribusi daerah dalam menguatkan peran MUI,” pungkasnya.












