Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan agenda Monitoring dan Evaluasi bagi mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Kader Ulama (PKU) pada hari Jumat (5/6/2026) di Kantor MUI Jatim. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali komitmen para calon ulama dalam menempuh pendidikan yang memadukan kedalaman keilmuan dan keluhuran akhlakul karimah.
Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si., yang turut memandu jalannya evaluasi, menitikberatkan pada pentingnya konsistensi dan pembentukan karakter mahasiswa selama menjalani masa pendidikan. Beliau mengingatkan bahwa mencetak kader ulama bukanlah tugas yang ringan, karena menuntut perwujudan karakter yang mulia.
Dalam pemaparannya, Gus Hasan Ubaidillah menjabarkan tiga karakter utama yang harus dimiliki seorang ulama, yakni:
- ‘Alim: Menjadi pribadi yang berilmu dan mewarisi perkataan Rasulullah.
- ‘Abid: Memiliki ketekunan beribadah dan mewarisi akhlak mulia Rasulullah.
- ‘Arif: Memiliki kelembutan hati, kepedulian terhadap sesama, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, beliau memotivasi para peserta agar senantiasa memiliki semangat juang yang tinggi. “Kita mengharapkan panjenengan menjadi kader-kader ulama sebagaimana yang diharapkan oleh para masyayikh dari kabupaten dan kota masing-masing. Kita masih ingatkan pesan Imam Syarafuddin Al-Imriti, kalau pemuda itu punya tekad, punya kemampuan, punya keinginan untuk merubah dirinya, Allah pasti akan mengangkat derajatnya,” tutur Dr. Hasan Ubaidillah memberikan dorongan spiritual.
Hadir memberikan arahan puncak pada acara tersebut, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Abdul Halim Subahar, M.A., menyampaikan nasihat mendalam mengenai hakikat menuntut ilmu. Beliau menekankan bahwa proses pendidikan keulamaan tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademis, melainkan sebuah ikhtiar untuk meraih rida-Nya.
“Belajar yang pertama itu untuk mendapatkan ilmu, yang kedua itu untuk keberkahan,” pesan Prof. Halim dengan penuh kebijaksanaan.
Beliau juga memompa visi para mahasiswa agar terus mengembangkan kapasitas diri. Menghadapi dinamika keumatan yang semakin maju, beliau mendorong para kader untuk tidak berhenti pada jenjang sarjana, melainkan melanjutkan studi hingga jenjang magister (S2) maupun doktoral (S3) agar kontribusi di tengah masyarakat semakin optimal.
“Jangan hanya puas menjadi seorang sarjana. Teruskan itu,” imbaunya dengan penuh semangat.
Menutup arahannya, Prof. Halim memberikan perumpamaan filosofis mengenai peran ulama di tengah umat yang diibaratkan layaknya ragi. Ulama memiliki daya pangaruh yang sangat besar bagi terbentuknya corak suatu komunitas masyarakat.
“Tergantung Anda, apakah Anda itu memberikan rasa manis pada masyarakat, atau justru Anda akan menebar rasa kecut di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya sebagai bahan muhasabah bersama.
Melalui pertemuan ini, MUI Jawa Timur berharap seluruh mahasiswa PKU dapat terus berproses menjadi insan yang lebih baik dari waktu ke waktu, serta kelak mampu mengemban amanah keulamaan di daerah masing-masing dengan penuh integritas.












