SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Buya Dr. KH. Amirsyah Tambunan, M.A. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah sosialisasi dan persiapan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola, profesionalisme, dan efisiensi kinerja organisasi.
Kunjungan kerja dan sosialisasi ini diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Juli 2026, mulai pukul 12.00 hingga 15.45 WIB, dan bertempat di Kantor MUI Provinsi Jawa Timur. Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan pengurus teras MUI Provinsi Jawa Timur. Tampak hadir dalam agenda ini Ketua Umum MUI Jatim Prof. KH. Abd Halim Subahar, M.A., Wakil Ketua Umum MUI Jatim Prof. Dr. KH. Thohir Luth, serta Sekretaris Umum MUI Jatim Dr. KH. M. Hasan Ubaidillah. Selain itu, turut berpartisipasi pula Prof. KH. Muhibbin Zuhri, Hj. Faridatul Hanum, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, dan Dr. Dian Berkah dalam diskusi tersebut.
Komitmen Peningkatan Tata Kelola MUI Jatim
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Jawa Timur, Prof. KH. Abd Halim Subahar, menyambut baik langkah standardisasi ini. Beliau menegaskan bahwa organisasi sebesar MUI harus selalu adaptif dan terus memperbaiki standar manajerialnya demi kemaslahatan umat.
“Karena bagaimanapun kalau itu terkait dengan sistem manajemen, kata kelola organisasi, maka dari waktu ke waktu itu harus ada peningkatan,” tegas Prof. Abd Halim Subahar.
Beliau juga memotivasi para pengurus bahwa penerapan sistem berstandar internasional ini tidak perlu dijadikan beban pikiran, melainkan bagian dari dedikasi.
“InsyaAllah karena kita khidmat di MUI ini tanpa beban, insyaAllah yang berat itu akan lebih ringan,” tambahnya.
Apresiasi dan Arahan Sekjen MUI Pusat
Sementara itu, Sekjen MUI Pusat, Buya Amirsyah Tambunan, memberikan apresiasi atas langkah maju dan kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki oleh MUI Jawa Timur. Beliau menekankan bahwa penerapan sistem manajemen mutu ini akan membangun ekosistem kelembagaan yang kokoh, sehingga roda organisasi dapat berjalan secara mandiri tanpa hanya bertumpu pada figur-figur tertentu.
Mengambil iktibar dari realita di berbagai lembaga pendidikan tradisional, Buya Amirsyah mencontohkan fenomena di mana kelangsungan sebuah institusi rentan mengalami kemunduran apabila hanya bergantung pada pesona dan ketokohan seseorang. Menurutnya, kondisi tersebut kerap terjadi karena organisasi belum memiliki sistem yang terbangun dengan baik untuk menopang jalannya roda kelembagaan pasca bergantinya sang figur.
Oleh karena itu, beliau berharap ISO 9001:2015 dapat menjadi instrumen dan fondasi yang kokoh bagi masa depan MUI Jawa Timur. Dengan adanya sistem yang kuat, siapapun pimpinan yang datang silih berganti, organisasi akan tetap tangguh.
“Kekuatan organisasi itu bukan pada kekuatan seorang, akan tetapi terletak pada kekuatan ekosistem,” pungkasnya.
Melalui penerapan SMM ISO 9001:2015 ini, MUI Jawa Timur diharapkan dapat mengoptimalkan perannya sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat) yang lebih terstruktur, transparan, dan mampu merespons berbagai dinamika keumatan secara terukur dan profesional.









