Tiga Tokoh Kunci MUI Provinsi Jawa Timur yaitu Prof Dr KH Abdul Halim Soebahar, M.A., Dr.KH Ahmad Jazuli, dan Dr. Hj Lia Isfifhama, M.E.I hadir dan turut mengawal jalanya rapat koordinasi dan konsolidasi program kerja komisi Ukhuwah Islamiyah MUI pada Rabu 22 Juli 2026 pukul 14.00 di Hall Lantai 3 Kantor MUI Jatim.
Rapat kordinasi pengurus komisi dan konsolidasi program kerja diikuti oleh 27 pengurus komisi dan 10 peserta dari perwakilan OPD pemprov (Bakesbangpol, dinas sosial, Dispora) dan dari lembaga zakat yaitu LAZISNU provinsi dan FOZ provinsi Jatim.
Prof Dr KH Abdul Halim Soebahar selalu ketua umum MUI Jatim dan Dr KH Ahmad Jazuli mengapresiasi rakor komisi ukhuwa Islamiyah ini dan memberi motivasi supaya komisi-komisi yang ada di MUI itu hidup, mampu melaksanakan tugasnya . “Gedung kantor MUI Jatim ini paling bagus se Indonesia. Malu jika gedung semegah dan sebagus ini jika tidak diimbangi dengan kerja dan khidmat yang tidak bermutu. MUI harus menjaga kondisi umat Islam dan bangsa Indonesia supaya damai dan tidak terpengaruh ekstrimisme kanan maupun kiri”, tandas pria yang akrab disapa Prof Halim ini.
Komisi Ukhuwah akan menjadi komisi andalan karena MUI menjadi wadah ulama zuama dan cendekiawan muslim. MUI menjadi wasit dari ifroth , tathorruf atau ekstrimisme. Islam kanan cenderung tekstualis sehingga perlu dicerahkan. Islam kiri berfikir semaunya. Islam ekstrim kanan da kiri perlu dicerahkan. Dan itu mena tugas MUI. MUI ibarat wasit yang perlu kerja keras . Oleh karena itu, MUI Jatim perlu memiliki kualitas yang andal dan bagus.
Tiga Tokoh kunci tersebut menyimak paparan Ranca program kerja komisi Ukhuwah Islamiyah yang dipresentasikan oleh Ketua Komisi Dr. H Mufi Imron Rosyadi, M.E.I. (shol).








