TAUSHIYAH
DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA PROVINSI JAWA TIMUR
MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADAN 1446 H/2025 M
Nomor : 01/DP-P/II/2025
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dalam rangka menyambut hadirnya bulan suci Ramadan 1446 H/ 2025 M, Dewan Pimpinan
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur dengan senantiasa memohon petunjuk dan ridla
Allah Swt menyampaikan pesan sebagai berikut:
- Mengajak segenap umat Islam di Jawa Timur untuk senantiasa mendekatkan diri (taqarrub)
kepada Allah Swt sebagai rasa syukur atas datangnya kembali bulan Ramadan sebagai bulan
penuh rahmah dan maghfirah ilahi. - Bahwa bulan suci Ramadhan merupakan bulan mulia dan bulan yang dihormati, sehingga
merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mensucikan jiwa (Tazkiyat al-nafs), untuk
itu perlu digiatkan berbagai amalan ibadah yang dapat memperkuat keimanan & ketaqwaan
kepada Allah Swt. - Memperbanyak do’a, baik setelah shalat fardhu maupun selesai shalat tarawih, dan saat
munajat/shalat tahajjud di malam hari, dengan iringan do’a semoga rakyat, bangsa dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap dalam lindungan Allah Swt, dijauhkan
dari bencana baik lahir maupun batin, serta diberikan kesabaran dan ketabahan dalam
menghadapi berbagai ujian dan cobaan. - Menjauhkan diri dari ucapan, perbuatan, maupun sikap yang dapat mengurangi nilai/pahala ibadah; termasuk dalam hal bermuamalah di media sosial.
- Menyerukan dan menganjurkan kepada berbagai kalangan, terutama di lingkungan lembaga pendidikan/Ormas Islam, takmir-takmir masjid untuk mengupayakan agar dapat menyelenggarakan kegiatan untuk memeriahkan syiar pada bulan Ramadan antara lain seperti: Pesantren Ramadan, kursus keagamaan Islam, dan ceramah/taushiyah sebelum atau sesudah shalat fardhu (maktubah)/ shalat tarawih.
- Mendorong segenap umat Islam dalam menjalankan rangkaian ibadah Ramadan untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di lingkungan masing-masing, serta mengharap kepada umat Islam untuk menghindari perdebatan dalam masalah-masalah yang bersifat khilafiyah furu’iyah (perbedaan pendapat dalam masalah cabang bukan pokok seperti masalah jumlah rakaat shalat tarawih dan masalah qunut dalam witir) yang dapat meretakkan ukhuwah Islamiyah.
- Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur juga menghimbau agar semua pihak menghormati dan mematuhi keputusan Pemerintah terkait penentuan pelaksanaan awal puasa dan 1 Syawal (akhir puasa Ramadan).
- Kepada aparat keamanan, dimohon agar dapat meningkatkan tugas pengamanan dan ketertiban serta melakukan hal-hal perventif terhadap aktifitas-aktifitas yang dapat mengganggu kekhusyu’an dalam menjalankan ibadah Ramadan.
- Mengimbau kepada seluruh umat Islam di Jawa Timur untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat jiwa dan solidaritas sosial melalui tindakan berbagi rizki kepada sesama, mulai dari infaq, shadaqah, hingga zakat.
Demikian taushiyah ini dibuat untuk kepentingan terciptanya kemaslahatan bersama, dan
semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dalam
meningkatkan ibadah, khususnya selama Ramadan.
Dikeluarkan di : S U R A B A Y A
Tanggal : 27 Sya’ban 1446 H/26 Februari 2025 M
Dewan Pimpinan
Majelis Ulama Indonesia
Provinsi Jawa Timur












