MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Bayan

Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh Menurut Madzhab Maliki

OlehAdmin
Selasa, 17 Feb 2026 - 09:55 WIB
Ilustrasi. Foto: Lazismu
ShareTweetSend

Dalam puasa yang bersifat wajib, seperti puasa Ramadhan, qadha, maupun nazar, seseorang harus melakukan niat pada malam hari (tabyitun niat), yaitu sejak waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar shadiq (Subuh). Ketentuan ini berbeda dengan puasa sunnah yang lebih longgar, karena niatnya boleh dilakukan pada malam hari ataupun di siang hari sebelum matahari tergelincir, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.  

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”(HR. Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Wajibnya tabyit tersebut tentu berkonsekuensi dapat menjadi puasa seseorang tidak sah jika ditinggalkan, sehingga hal ini menjadi harus menjadi perhatian kaum muslimin dengan mengingatnya dan jangan sampai lupa atau ketiduran sehingga lupa tidak melakukan niat puasa di malam hari.

Oleh karena itu, sebagai antisipasi jika seseorang lupa atau ketiduran sampai siang dan belum niat puasa di malam hari agar puasanya tetap sah, di momen malam pertama 1 Ramadhan seseorang harus melakukan niat dua kali, niat pertama seperti yang biasa dilakukan, dan niat kedua mengikuti (Taqlid) cara niat puasa Ramadhan dalam Madzhab Maliki yang membolehkan niat hanya satu kali di malam pertama Ramadhan untuk puasa satu bulan.

Di Indonesia, pendapat Malikiyah ini banyak digunakan, meskipun mayoritas penganut Mazhab Syafi’i. Hal ini pernah dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH A Idris Marzuki dalam sebuah kitab.

Tentu hal ini di bawah bimbingan para kiai dan masyayikh, salah satunya dengan merujuk kalam Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH A Idris Marzuqi di dalam karyanya Kitab Sabil al-Huda halaman 51, yang berisikan himpunan wadhifah dan amaliah.

Baca juga   Ketua MUI Provinsi Jawa Timur KH Syafrudin Syarif: Puasa Membentuk Karakter Sabar

“Untuk berjaga-jaga agar puasa tetap sah ketika suatu saat lupa niat, sebaiknya pada hari pertama bulan Ramadhan berniat taqlid (mengikut) pada Imam Malik yang memperbolehkan niat puasa Ramadhan hanya pada permulaan saja, dan adanya cara tersebut bukan berarti membuat kita tidak perlu lagi niat di setiap harinya, tetapi cukup hanya sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa.”

Menurut Mazhab Maliki, seseorang cukup niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan, sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadhan itu merupakan satu kesatuan ibadah, hal ini juga pernah disinggung Syaikh Imam al-Qulyubi dalam Kitabnya Hasyiyah Al-Qulyubi, jilid 2 halaman 66.

  وَيُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَوْ صَوْمَ رَمَضَانَ كُلَّهُ لِيَنْفَعَهُ تَقْلِيدُ الْإِمَامِ مَالِكٍ فِي يَوْمٍ نَسِيَ النِّيَّةَ فِيهِ مَثَلًا لِأَنَّهَا عِنْدَهُ تَكْفِي لِجَمِيعِالشَّهْرِ   

Artinya: “Disunahkan pada malam pertama bulan Ramadhan untuk niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil memanfaatkan pendapat Imam Malik pada suatu hari yang lupa untuk berniat di dalamnya. Karena beliau menganggap niat tersebut mencukupi bila lupa niat pada malam-malam berikutnya di semua malam Ramadhan.”

Maka dari itu, sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi jika kita lupa atau ketiduran, kita boleh mengikuti pendapat Imam Malik untuk berniat sebulan penuh, kemudian sebagaimana pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadhan yang biasanya ini dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.

Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut:

Baca juga   Nuzulul Qur'an dan Anjuran Memperbanyak Tadarus di Bulan Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى  

Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, karena Allah Ta’ala”

Adanya cara tersebut bukan berarti memberi kefahaman tidak perlu lagi niat di setiap harinya, tetapi untuk antisipasi sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa atau ketiduran. Kendati telah membaca niat puasa Ramadhan sebulan penuh, umat Islam tetap dianjurkan untuk membaca niat di hari-hari berikutnya.

Bacaan niat sebulan penuh dilakukan sebagai langkah antisipasi bilamana di kemudian hari lupa niat, puasanya tetap sah dan bisa diteruskan, sebab dicukupkan dengan niat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan.

Topik: ramadhan

Artikel Terkait

Bijak Menggunakan Smartphone, Menjaga Pahala Puasa di Era Digital

Bijak Menggunakan Smartphone, Menjaga Pahala Puasa di Era Digital

24/02/2026

Oleh: Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si., Sekretaris Umum MUI Jawa Timur Perkembangan teknologi di...

Hukum Melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Witir

Hukum Melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Witir

23/02/2026

Ramadhan merupakan bulan dilipatgandakannya pahala ibadah. Tak heran di bulan Ramadhan umat Islam semangat untuk...

Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Jatim Ajak Umat Kedepankan Kebersamaan

Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Jatim Ajak Umat Kedepankan Kebersamaan

18/02/2026

Surabaya, MUI Jatim Perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian umat Islam di...

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M

13/02/2026

Masih Punya Utang Puasa Ramadhan? Ini Batas Waktu Mengqadha’

Masih Punya Utang Puasa Ramadhan? Ini Batas Waktu Mengqadha’

10/02/2026

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, sudah seharusnya kita memanfaatkan bulan Sya’ban untuk menunaikan qadha puasa bagi...

Doa Malam Nisfu Sya’ban beserta Artinya

Doa Malam Nisfu Sya’ban beserta Artinya

02/02/2026

Pada malam Nisfu Syaban, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa. Dalam tradisi Nusantara, biasanya doa yang...

5 Ibadah yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban

5 Ibadah yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban

31/01/2026

Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban telah menjadi tradisi masyarakat kita. Malam nisfu Syaban pada tahun ini bertepatan...

Informasi Terbaru

Produk AS Tak Wajib Bersertifikat Halal, MUI Jatim Tegaskan Pentingnya Proteksi Umat

Produk AS Tak Wajib Bersertifikat Halal, MUI Jatim Tegaskan Pentingnya Proteksi Umat

25/02/2026 - 16:04 WIB
Tarawih cepat di Blitar. (Foto: Berita Satu)

Fenomena Tarawih Kilat di Blitar, Ini Penjelasan MUI Jatim

25/02/2026 - 10:50 WIB
Bijak Menggunakan Smartphone, Menjaga Pahala Puasa di Era Digital

Bijak Menggunakan Smartphone, Menjaga Pahala Puasa di Era Digital

24/02/2026 - 16:00 WIB
Hukum Melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Witir

Hukum Melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Witir

23/02/2026 - 15:01 WIB
Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Jatim Ajak Umat Kedepankan Kebersamaan

Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Jatim Ajak Umat Kedepankan Kebersamaan

18/02/2026 - 18:12 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Persaudaraan Matahari

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Fatwa MUI

Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
Fatwa

Rilis 2 : Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Zakat

30/05/2024
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved